Pasuruan (beritajatim.com) – Sampah plastik bekas kemasan air mineral, serta minuman lainnya memang harus ditangani. Hal itu juga yang membuat 2 perusahaan bergandengan dalam melakukan daur ulang sampah plastik menjadi botol PET
(Polyethylene Terephthalate) yang bisa didaur ulang kembali hingga 8 kali.
Adalah PT Veolia Services Indonesia (Veolia Indonesia) dan PT Tirta Investama (Danone-AQUA) membuka pabrik daur ulang dengan kapasitas 25.000 ton/tahun recycled PET
(rPET). Dimana keduanya akan mendaur ulang sampah botol menjadi botol recycled PET (rPET) yang telah memenuhi standar keamanan pangan (foodgrade) dan memiliki sertifikasi halal.
Hasil daur ulang ini akan dijadikan Danone-Aqua untuk pengemasan produk mereka. Dan Veolia Indonesia sendiri sebagai perusahaan pemilik teknologi daur ulang plastik mengklaim jika pabrik daur ulang seluas 22.000 meter persegi di Kawasan Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER), Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur ini menggunakan teknologi termutahir di Indonesia.
[berita-terkait number=”4″ tag=”sampah”]
Sven Beraud-Sudreau, CEO Veolia Southeast Asia mengatakan, setiap sampah yang dihasilkan harus bisa didaur ulang sehingga tidak merusak lingkungan. Dan Veolia sudah membantu banyak negara dalam mengurangi permasalahan sampah.
“Kami dipercaya dan bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia serta mitra kami, Danone-AQUA untuk mengoperasionalkan pabrik daur ulang terbesar dan termutakhir yang ada di Indonesia, dalam rangka memenuhi kebutuhan bahan baku plastik daur ulang untuk produk-produknya,” ungkap Sven, saat peresmian pabrik daur ulang secara online, Rabu (30/6/2021).
Saat ini, seluruh kemasan botol plastik Danone-AQUA mengandung material daur ulang hingga 25% dan
pada tahun 2019 yang lalu, Danone-AQUA telah meluncurkan botol air minum pertama di Indonesia yang
terbuat dari 100% plastik PET daur ulang (AQUA Life).
Oleh karena itu, kemitraan dengan Veolia Indonesia tidak hanya membantu meningkatkan upaya pengumpulan dan daur ulang sampah plastik di Indonesia
tetapi juga memastikan penggunaan botol plastik yang lebih ramah lingkungan dengan tersedianya
pasokan bahan baku yang memadai. Target akhirnya adalah mendukung pemerintah mengurangi sampah plastik
di laut sebesar 70% pada tahun 2025 serta menjadikan Indonesia yang lebih bersih.
“Sebagai pionir ekonomi sirkular, Danone-Aqua berkomitmen untuk terus mendukung Pemerintah Indonesia menyelesaikan tantangan sampah
plastik di Indonesia saat ini melalui Gerakan #BijakBerplastik. Diantaranya melalui upaya pengumpulan sampah plastik dan percepatan inovasi kemasan,” tutur Connie Ang, Presiden Direktur Danone-Aqua.
Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian Republik Indonesia mengatakan, investasi pabrik daur ulang botol plastik PET ini dapat memperbaiki ekosistem daur ulang dan ekonomi sirkular serta dapat meningkatkan tingkat pengumpulan sampah plastik di Indonesia.
“Saya sampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada PT Veolia Services
Indonesia serta Danone-Aqua atas keberhasilannya membangun pabrik daur ulang PET,” tandasnya saat sambutan.[rea]






