Jombang (beritajatim.com) – Sejumlah petani sedang berada di lahan persawahan Desa Kedungrejo, Kecamatan Megaluh, Jombang. Mereka beraktivitas merawat tanaman semangka yang sudah waktunya panen. Nah, saat asyik melakukan aktivitas, para petani dikagetkan oleh kedatangan nakes (tenaga kesehatan) dari Puskesmas setempat.
Petugas berjilbab ini menghampiri. Mereka membawa tas pendingin berisi vaksin Covid-19. Terjadi dialog di antara mereka. Petugas medis nampak memberikan penjelasan secara panjang lebar. Petani itu kemudian menepi ke pematang sawah. Diikuti petugas medis yang mengenakan seragam khusus itu.
[berita-terkait number=”5″ tag=”covid-19-jombang”]
Pemeriksaan atau skrining kesehatan dilakukan. Petugas juga mengecek tensi darah petani tersebut. Usai lolos skrining, petugas medis kemudian menyuntikkan vaksin di lengan kiri petani di persawahan Desa Kedungrejo. Hal-hal seperti itulah yang dilakukan petugas dari Puskesmas Megaluh Jombang guna melakukan percepatan vaksinasi.
“Untuk percepatan vaksinasi Covid-19, kita melakukan jemput bola. Kita melakukannya door to door. Seperti yang kita lakukan di area persawahan Desa Kedungrejo. Kita lakukan vaksinasi untuk petani di sawah tersebut,” kata Kepala BLUD Puskesmas Megaluh dr Fitrijah, Selasa (9/11/2021).
Fitrija mengungkapkan, percepatan vaksinasi di Kecamatan Megaluh terus dilakukan. Hal itu untuk menciptakan herd immunity atau kekebalan kelompok. Upaya tersebut dilakukan dengan metode door to door. Yakni, tim vaksinator mendatangi tempat-tempat berkumpulnya masyarakat.
Selain mendatangi sawah, pihaknya juga mendatangi pos kamling di sejumlah desa. Kemudian mendatangi tempat hajatan. Walhasil, upaya tersebut mendapat dukungan dari Forkopimcam (Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan) Megaluh. Bahkan ketika petugas turun ke desa, selalu didampingi oleh unsur tiga pilar (Kades, Babinsa, Bhabinkamtibmas).

Perempuan berkacamata minus ini menambahkan, dalam rangka percepatan vaksinasi itu, Puskesmas Megaluh membentuk tiga tim. Selain itu, vaksinasi juga melibatkan bidan desa di masing-masing wilayah. “Vaksinasi kita lakukan setiap hari. Selain tim dari Puskesmas, juga ada tim dari masing-masing desa yang melibatkan bidan setempat. Puskesmas Megaluh membawahi 13 desa,” katanya.
Gayung pun bersambut, warga tak keberatan dengan vaksinasi tersebut. Walhasil, hingga Selasa (9/11/2021), vaksinasi di Kecamatan Megaluh sudah tembus 81,3 persen atau melampaui terget. Rinciannya, jumlah sasaran sebanyak 31.420, sedangkan capaiannya sebesar 25.553 orang. “Targetnya 70 persen. Namun capaian kita di atas itu, yakni 81,3 persen,” ujar Fitrija.
Meski sudah vaksin, Kepala BLUD Puskesmas Megaluh ini mengimbau agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes), yakni memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, serta menjauhi kerumunan. “Meski sudah vaksin, prokes jangan sampai kendor. Karena hal itu untuk memutus rantai penyebaran Covid-19,” pungkasnya. [suf]






