Blitar (beritajatim.com) – Pemerintah Kota Blitar kembali menorehkan prestasi membanggakan di regional Jawa Timur. Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), kali ini Kota Blitar menerima penghargaan sebagai daerah terbaik kedua dalam mempertahankan zero reported case Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Provinsi Jawa Timur.
Penghargaan itu diterima Plt. Kepala DKPP Kota Blitar, Dewi Masitoh dari Sekda Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono pada Kamis (20/11/23) lalu di Surabaya. Dewi Masitoh saat dikonfirmasi mengatakan perhargaan itu berhasil diraih Kota Blitar setelah mempertahankan zero reported case PMK sejak Agustus 2022.
“Alhamdulilah Pemkot Blitar bisa memperoleh sekaligus penghargaan sebagai daerah terbaik kedua dalam mempertahankan zero reported case Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dari Provinsi Jawa Timur beberapa waktu lalu,” kata Dewi Masitoh.
Menurut Dewi Masitoh, capaian itu tidak lepas dari sinergi yang dilakukan DKPP Kota Blitar bersama jajaran OPD, TNI-Polri, hingga Kecamatan dan Kelurahan untuk menggencarkan vaksinasi PMK. Sehingga penyakit PMK bisa dikendalikan dengan baik di Kota Blitar.
Selain menggencarkan sosialisasi dan pencegahan, DKPP Kota Blitar juga terus menggencarkan vaksinasi PMK. Dewi menyebut saat ini cakupan vaksinasi PMK di Kota Blitar sudah mencapai 89 persen. Mulai dari dosis pertama hingga booster ke dua.
“Salah satu indikatornya adalah capaian vaksinasi PMK yang tinggi mencapai 89 persen, selain minimnya kasus PMK di Kota Blitar,” tegasnya.
Pihaknya juga menghimbau bagi peternak yang hewan ternaknya belum tercover vaksin PMK, segera melapor ke dinas setempat. Sehingga upaya pencegahan penyebaran penyakit PMK ke ternak warga bisa dilakukan secara baik.
“Kami sangat berterimakasih kepada seluruh jajaran OPD, Kecamatan, Kelurahan, TNI-Polri yang juga berperan dalam mempertahankan zero reported case PMK di Kota Blitar,” pungkas Dewi.
Lebih lanjut, Dewi berharap prestasi yang diraih Kota Blitar ini menambah semangat peternak untuk menjaga kesehatan hewan ternak dan senantiasa menjaga kebersihan kandang. Ia pun meminta kepada para peternak agar selalu berkomunikasi dengan DKPP jika ada temuan indikasi PMK.
Sehingga DKPP Kota Blitar bisa segera melakukan penanganan maupun pencegahan. Sejauh ini para peternak di Kota Blitar sendiri menerima layanan vaksinasi PMK dengan tangan terbuka. Sehingga cakupan vaksinasi PMK di Bumi Bung Karno cukup tinggi yakni mencapai 89 persen. (Owi/ian)






