Jember (beritajatim.com) – Universitas Jember di Kabupaten Jember, Jawa Yimur, membuka Halal Center dan Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H) yang dikoordinatori Moehammad Fathorrazi. LP3H berperan sebagai mitra bagi produsen dalam rangka menjaga kehalalan produk mereka.
LP3H bertugas mendampingi dan mengawasi proses pengolahan produk halal dan memastikan bahwa semua tahapan produksi pelaku usaha, mulai pengolahan bahan baku utama hingga pendistribusian dilakukan berdasarkan standar serta aturan kehalalan yang berlaku.
Pendirian Halal Center ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH). “Selain itu juga untuk mengugurkan dosa kifayah dengan partisipasi Universitas Jember dalam mendukung kepastian halal produk,” kata Fathorrazi, sebagaimana dilansir Humas Universitas Jember, Jumat (13/10.2023).
Melalui Halal Center, Menurut Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Yuli Witono, perguruan tinggi dapat melaksanakan sosialisasi dan edukasi JPH kepada masyarakat dan pelaku usaha khususnya pelaku UMKM. “Perguruan Tinggi juga dapat melaksanakan berbagai penelitian, pelatihan, dan pengembangan produk halal,” katanya.
Saat ini Universitas Jember memiliki seorang auditor halal. Dua orang dosen sedang mengikuti pelatihan auditor halal. “Nantinya akan ada tiga orang auditor halal di Universitas Jember,” kata Yuli.
Telah ada sepuluh usaha mikro kecil menengah yang dibantu untuk mendaftarkan sertifikasi halal untuk produk-produk mereka.Sepukuh UMKM ini juga mendapat insentif sebesar Rp 150 ribu. Fathorrazi mengatakan, iInsentif ini adalah bentuk dukungan untuk meningkatkan gairah pelaku UMKM untuk terus mengupayakan jaminan kehalalan produk.
Rektor Iwan Taruna mengatakan, ekspor produk halal Indonesia ke sejumlah negara di Eropa dan Amerika masih kalah dengan Thailand. “Kita memang harus mengejar ketertinggalan ini melihat negara dengan jumlah muslim yang tidak sebanyak Indonesia. Thailand mampu mendirikan Halal Center yang telah maju sejak beberapa tahun yang lalu,” katanya. [wir]






