Malang (beritajatim.com) – Universitas Islam Malang (Unisma) mengadakan Konferensi Internasional bertema ‘Multidisciplinary Sciences for Humanity in the Era of Society 5.0’. Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari 16-17 Desember 2022 secara hybrid, daring dan offline di gedung Rektorat Unisma lantai 4.
Rektor Unisma Prof Dr H Maskuri, MSi saat membuka acara memandang era society 5.0, adalah konsep dari kemanusiaaan dan teknologi, yang memiliki dampak negatif dan positif dengan. Sehingga perlu ada pembahasan khusus dari para akademisi, pakar, dan civitas akademika
“Kita melakukan sebuah kajian tentang multidisiplin ilmu , terkait dengan persoalan ilmu agama , pendidikan, kesehatan, budaya, engineering, sosial, hukum, ekonomi dan berbagai disiplin ilmu lain. Secara garis besar kemudian dikelompokkan menjadi tiga yaitu ilmu pendidikan agama, ilmu sosial, dan ilmu sains (eksakta),” ujar Prof Maskuri.
Seminar internasional ini diikuti dari berbagai kampus di Indonesia. Diantaranya sebagai Co Host Universitas 17 Agustus Surabaya, Institut Agama Islam Darussalam, Universitas Yarsi, Universitas Islam Syarifuddin Lumajang, Universitas Negeri Padang, dan Universitas Jambi .
Selain itu, kegiatan ini diikuti oleh utusan dari berbagai negara. Mulai dari Malaysia, Brunei Darussalam, Austria, Australia, USA, Filipina, Taiwan, Palestina, Saudi Arabia, Sudan, Rusia, Korea Selatan, Yaman, Thailand, Timor Leste dan Uzbekistan.
“Mereka akan mempresentasikan hasil hasil risetnya sesuai dengan bidang keilmuan. Saya yakin dengan lintas negara ini kemampuan dosen di Unisma dalam memahami pengetahuan sesuai disiplin ilmunya akan semakin berkembang,” imbuh Rektor Unisma.
Gelaran internasional tersebut merupakan bagian dari perkembangan dan pertukaran ilmu pengetahuan sesuai kajian masing-masing. Rektor Unisma memandang acara ini juga memungkinkan untuk suatu saat akan joint research bersama kampus lintas internasional. “Output dari konferensi ini akan menjadi prosiding yang bertaraf internasional. Arahnya pada jurnal terindeks scopus,” terangnya menutup.
Sementara itu, Wakil Rektor bidang akademik dan kerja sama, Prof Drs H Junaidi Mistar, MPd, PhD menjelaskan konferensi ini terlaksana secara hybrid, daring dan luring di gedung Rektorat Unisma lantai 4. Sesi pada konferensi internasional ini dibagi menjadi dua yaitu sesi planeri dan paralel.
Pada sesi planeri Unisma menghadirkan tokoh dan pakar nasional maupun internasional untuk menyampaikan pemikiran-pemikirannya. Pada hari pertama menghadirkan Dr. (HC) Aslam Khan dari Malaysia, Prof. Dr Abdurrahman Mas’ud, MA dari Walisongo State Islamic University, Indonesia, Prof Dr H Maskuri, MSi dan Dr Dian Hakim, MPd.I dari Universitas Islam Malang, Indonesia.
Kemudian Prof Dr iur Mazal Wolfgang University of Vienna dari Austria, Asst. Prof. Farha Abbasi, M.D dari Michigan State University, U.S.A dan Prof. M. Mas’ud Said, Ph.D. dari Unisma. Ada juga Prof Dr Dr h.c. mult. Fang-Rong Chang dari Kaohsiung Medical University Taiwan. Dr. Nidal A.M Jabari dari Palestina Technical University, Palestine. Dan Prof. Drs. Sutiman Bambang Sumitro, SU., D.Sc dari Brawijaya University, Indonesia.
Hari kedua akan diisi dengan beberapa planeri diantaranya Dr. Hambali Jaili dari Universiti Islam Sultan Sharif Ali, Brunei Darussalam General Education and Culture, M. Buot, Ph.D dari University of the Philippines Los Banos, Philippines dan Prof Drs H Junaidi, M.Pd., PhD dari Unisma.
[berita-terkait number=”4″ tag=”unisma”]
Dilanjutkan pemaparan Assoc. Prof. Kara Macdonald, Ph.D dari Defense Language Institute Foreign Language Center, California, U.S.A, Assoc. Prof. Dr. Nor Hafizah Mohamed Harith Universiti Teknologi MARA dari Malaysia, Dr. Suratman, SH., M.Hum Unisma, Prof Inocencio E. Buot Jr., Ph.D dari University of the Philippines Los Banos, Philippines, Mulyoto Pangestu, Ph.D dari Monash University, Australia dari Novi Arfarita, S.P., M.Sc., Ph.D dari Unisma.
Pada sesi paralel total ada 157 paper yang akan disajikan. Paper tersebut membahas hasil riset dari para penyaji konferensi baik secara individu maupun kelompok. “Dari Unisma sendiri ada yang dipilih mengisi sesi planery, maupun paralel. Dari 157 paper paralel, sekitar 40an dari Unisma. Jadi lebih banyak dari luar Unisma,”
Menurutnya acara ini sangat mendekatkan ilmuwan dunia dengan Unisma. Maka satu sama lain akan bertukar pendapat, secara individu bisa langsing kontak terkait dengan bidang keilmuan yang sesuai. [dan/but]







