Mojokerto (beritajatim.com) – Wisata Bahari Majapahit menjadi salah satu proyek prioritas pembangunan Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto 2018-2023. Berbagai upaya digalakkan untuk mempercepat realisasi pembangunan infrastruktur spot wisata yang rencananya berlokasi di sekitar area Jembatan Rejoto, Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon.
Salah satunya dengan menggelar Sosialisasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Terintegrasi TA 2023 kepada sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terlibat dalam mega proyek tersebut. Pemkot juga menghadirkan pihak Kementerian Bappenas dan Kemenpraf untuk memberikan pendampingan dalam persiapan pengajuan DAK Kota Mojokerto tahun 2023.
“Ini supaya kita mendapatkan satu pemahaman yang sama terkait penyiapan berbagai persyaratan/readiness criteria DAK pariwisata tematik integratif yang akan diterapkan di tahun 2023,” ujar Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, Rabu (20/4/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkot-mojokerto”]
Dengan menghadirkan Kemenpraf dan Bappenas untuk memastikan readiness criteria nya benar-benar terpenuhi sehingga bisa mendapat 100 persen yang diusulkan. Pasca forum tersebut, Ning Ita (sapaan akrab, red) mengajak pihak dari Kemenpraf dan Bappenas untuk meninjau langsung bakal lokasi Wisata Bahari Mojopahit.
Kota Mojokerto diketahui sebagai salah satu daerah yang diusulkan sebagai lokasi prioritas tematik pembangunan 75 daya tarik wisata terintegrasi lintas sektor. Dalam pengajuan DAK tiga tahun terakhir, Kota Mojokerto belum pernah mendapatkan alokasi penuh sesuai yang diajukan. Tercatat tahun lalu, Kota Mojokerto hanya menerima pengalokasian 41,61 persen dari yang diusulkan. [tin/kun]






