Malang (beritajatim.com) – Pusat kesehatan dan pangan, LPPM Universitas Negeri Malang (UM) dan tim pengabdian kepada masyarakat meningkatkan pemasaran pengusaha pandai besi di desa Sumberpasir kecamatan Pakis. Peningkatan UMKM ini dilakukan tim UM dengan memanfaatkan WhatsApp Business.
Pengabdian dilakukan oleh dosen UM, yaitu Abdul Basid, M.Th.I., Ph.D dan Dr. Nur Faizin, M.A., beserta tim dari mahasiswa. Ketua tim, Abdul Basid menjelaskan bahwa pelatihan penguatan sharing katalog melalui platform WhatsApp Business memberi dorongan baru untuk pertumbuhan bisnis lokal.
“Dalam upaya untuk tetap kompetitif di era digital, UMKM pandai besi yang dalam bidang pembuatan dan penjualan perabotan dari bahan logam, seperti besi dan aluminium, sudah mengadopsi WhatsApp Business sebagai alat untuk memperkuat strategi pemasaran mereka. Dengan memanfaatkan fitur yang ditawarkan, mereka berhasil menjangkau pelanggan potensial dengan lebih efektif,” kata Ahmad Basid.
Tim memberikan pengetahuan WhatsApp Business karena aplikasi ini memiliki fitur Katalog Produk untuk penjualan pandai besi. UMKM pandai besi sudah mengunggah berbagai produk unggulan mereka ke dalam katalog ini, lengkap dengan deskripsi, harga, dan gambar produk yang menarik.
BACA JUGA:
Guru Besar UM Malang: Masyarakat Jawa Miliki Aporisma ‘Weruh Sadurunge Winarah’
Melalui tautan katalog tersebut, pelanggan dapat dengan mudah menjelajahi produk yang ditawarkan tanpa harus berkunjung langsung ke toko fisik. Tidak hanya itu, mereka juga menggunakan fitur ‘broadcast lists’ untuk mengirimkan informasi tentang promosi, diskon khusus, atau produk baru kepada pelanggan yang telah berlangganan.
“Hal ini memungkinkan UMKM Pandai Besi untuk menjaga keterlibatan pelanggan dan mengingatkan mereka secara berkala tentang produk-produk terbaru yang tersedia,” ungkap Abdul Basid.

Inovasi UMKM pandai besi dalam memanfaatkan WhatsApp Business sebagai media pemasaran online memberikan inspirasi untuk UMKM lainnya di desa yang ingin meningkatkan kualitas digital. “Dengan terus adaptif teknologi dan memanfaatkannya dengan bijak, menunjukkan bahwa penguatan sharing katalog dengan platform seperti WhatsApp Business menjadi langkah cerdas menghadapi persaingan bisnis modern,” katanya mengakhiri.
BACA JUGA:
LPPM UM Malang Luncurkan Laboratorium Alam
Doli, pemilik UMKM Pandai Besi, mengungkapkan kepuasannya terhadap hasil yang dicapai melalui penggunaan WhatsApp Business. Dia merasa bahwa penggunaan WhatsApp Business membawa dampak positif yang signifikan bagi bisnis kami.
“Kami dapat dengan mudah berinteraksi dengan pelanggan, menjawab pertanyaan mereka secara langsung, dan bahkan menerima pesanan melalui chat,” tuturnya.
Warga desa juga memberikan tanggapan positif terhadap inisiatif UMKM Pandai Besi ini. Jailani, salah satu pelanggan setia, mengatakan bahwa dia merasa lebih terhubung dengan toko produk pandai besi.
“Saya dapat melihat produk apa yang mereka miliki dan berkomunikasi dengan mereka kapan saja saya inginkan. Ini sangat nyaman,” kata Jailani. [dan/beq]






