Gresik (beritajatim.com) – Keberadaan ular piton 2,5 meter kembali menggegerkan warga. Kali ini, terjadi di Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas, Gresik. Ular yang kerap memangsa tikus dan ayam itu muncul di halaman rumah warga.
Munculnya ular itu, tidak disangka oleh Joko Purwanto, warga setempat. Saat itu, dirinya keluar rumah. Tanpa Sengaja melihat ujar piton ada di halaman rumahnya. Tepatnya di Jalan Perintis 1 Randuagung.
Tak ingin dirinya celaka, Joko Purwanto melaporkan ada ular ke kantor Damkarla Gresik melalui ponselnya. Selanjutnya, petugas rescue tersebut menuju ke lokasi. Dengan mengenakan alat pelindung diri (APD). Petugas Damkar Gresik melakukan proses penangkapan.
Sambil menggunakan peralatan rescue jepit ular. Petugas tidak ada kesulitan mengevakuasi ular piton ke dalam karung.
“Saat kami evakuasi ularnya tidak berontak. Sehingga memudahkan kami menangkap lalu dibawa ke tempat yang lebih aman,” ujar Bowo Wiyono salah satu petugas Damkarla Gresik, Jumat (12/6/2024).
Ia menambahkan ada 7 personel petugas Damkarla yang diterjunkan ke lokasi. Dalam waktu kurang dari 45 menit ular piton yang menggegerkan warga langsung dievakuasi.
“Ini yang kesekian kalinya kami mengevakuasi ular jenis sanca piton. Ular ini sangat berbahaya,” imbuhnya.
Sementara itu, Joko Purwanto salah satu pemilik rumah menyatakan dirinya kaget ada ular di halaman rumahnya. Tidak ingin celaka langsung menghubungi petugas Damkarla.
“Daripada celaka lebih baik saya menghubungi petugas Damkarla untuk menangkap lalu mengevakuasi ular ini supaya tidak mencelakai orang,” pungkasnya. [dny/but]






