Lamongan (beritajatim.com) – Laga Ujicoba Persela Lamongan versus Nusantara United berakhir dengan skor imbang 0-0. Menariknya, kedua pelatih dari kedua tim itu menyebut jika kualitas lapangan di Stadion Surajaya Lamongan masih kurang layak.
Pelatih Nusantara United, Rasiman dan Pelatih Persela Lamongan, Djadjang Nurdjaman kompak mengatakan bahwa kondisi lapangan Surajaya kurang layak untuk menggelar pertandingan sekelas Liga 2, sehingga meninggalkan kesan kurang puas.
“Ada satu hal yang menjadi kendala bagi kedua tim, yaitu tentang kondisi rumput Stadion Surajaya. Yang saya sampaikan ini sebuah kritik membangun. Kalau mau main sepakbola yang bagus, ya tentunya kita membutuhkan kualitas lapangan yang lebih baik dari ini,” tutur Rasiman, usai laga ujicoba, Sabtu (29/7/2023).
Atas adanya kondisi lapangan itu, pelatih berusia 49 tahun tersebut berharap agar Stadion Surajaya bisa dikelola lebih baik. Dengan demikian, kualitas lapangan bisa meningkat dan lebih layak untuk menggelar pertandingan berskala nasional.
“Saya harap pengelola stadion bisa mempersiapkan lapangan yang lebih baik, sehingga pertandingan berjalan dengan menarik. Karena tadi beberapa hal tidak berjalan mulus karena faktor teknikal problem, akibat kondisi lapangan Stadion Surajaya ini,” bebernya.
Hal senada juga diungkapkan oleh pelatih Persela Lamongan, Djadjang Nurdjaman. Menurutnya, kondisi lapangan di Stadion Surajaya memang kurang layak dan membuat pertandingan tak bisa berlangsung maksimal.
Padahal, sambung Djanur, sapaan akrab Djadjang Nurdjaman, kondisi lapangan adalah suatu hal yang penting. Oleh sebab itu, dia berharap, lapangan ini nantinya bisa dirombak sesuai dengan standar yang berlaku.
“Ya saya setuju. Aliran bola menjadi sering tersendat, karena kurang bagusnya lapangan. Selain permukaan kurang rata, rumputnya juga cukup tebal, sehingga sangat mempengaruhi. Standar lapangan untuk kompetisi itu kan memang tidak seperti ini,” tandasnya.[riq/kun]
BACA JUGA:
Persela Lamongan Bakal Terjunkan Matt Lagos Lawan Nusantara United di Laga Uji Coba






