Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Surabaya (Ubaya) mengukuhkan 1.106 wisudawan. Para lulusan tersebut sudah dibekali sofskill dan hardskill untuk bisa bertahan dalam mengarungi ‘kampus kehidupan’.
“Ubaya tidak hanya ingin menghasilkan lulusan yang pandai, namun juga memiliki ability to survive. Kami yakin skill inilah yang membuat lulusan dapat menghadapi tantangan di masa depan,” ujar Rektor Ubaya Dr Benny Lianto, ditulis Senin (9/10/2023).
Untuk menghasilkan lulusan dengan kemampuan tersebut, Ubaya telah mengembangkan konsep learning beyond the classroom dan pola pembelajaran high choice, high tech, dan high touch yang disinergikan dengan konsep MBKM.
Sementara itu, Wakil Rektor III Ubaya Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Dr Christina Avanti menjelaskan bahwa pada wisuda kali ini Ubaya mengusung konsep ‘Ubaya Bangga Budaya’.
“Wisudawan dari tiap fakultas berparade dengan membawakan medley lagu-lagu nusantara. Ini menunjukkan bahwa kita semua bangga dengan kebudayaan Indonesia,” jelasnya.
BACA JUGA:
SPS Corporate Surabaya Berikan 100 Kuota Beasiswa di Ubaya
Pada wisuda ini Ubaya ingin memberikan pesan tentang pendidikan karakter. Hal ini terlihat dari snack box yang dibagikan kepada wisudawan dan wali wisudawan dimana terdapat kalimat ‘Pinter, gak berkarakter, gak bahaya ta?’.
Sedangkan Jofinka Putri Bandini dari Fakultas Hukum Ubaya menjadi perwakilan wisudawan pada wisuda kali ini. Finalis Top 15 Miss Indonesia 2022 itu menceritakan pengalamannya berkarya selama menjadi mahasiswa di Ubaya.
“Berkuliah di Ubaya begitu berkesan karena Ubaya mendukung segala potensi yang saya miliki. Sehingga saya bisa menjadi versi terbaik dari diri saya saat ini,” ujar Jofinka.
Selama menjadi mahasiswa, ragam prestasi telah diraih Jofinka khususnya di bidang basket. Pencapaiannya antara lain Juara 1 East Java Conference Liga Mahasiswa Nasional 2019, peraih medali perunggu pada Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional 2019, Juara 1 LA Champion League 2019, dan masih banyak lagi.
BACA JUGA:
Dosen dan Mahasiswa Ubaya Ciptakan Kukis dan Teh dari Daun Jati
Selain prestasi olahraga, Jofinka juga menjadi delegasi Ubaya dalam National Mootcourt Competition Piala Mahkamah Agung 2022. Ia juga aktif di BEM FH dan menjadi ketua dari komunitas olahraga perempuan di Jakarta.
“Setelah lulus, saya akan kembali bekerja di kantor pengacara di Jakarta dan fokus mewujudkan cita-cita saya sebagai pengacara,” pungkasnya.
Adapun lulusan terdiri dari 68 orang lulusan diploma, 924 orang lulusan program sarjana, serta 114 orang lulusan program magister. Di antara para lulusan, terdapat 55 wisudawan yang memperoleh predikat summa cumlaude. [ipl]






