Jember (beritajatim.com) – Setelah tenggelam tanpa ada kegiatan selama tujuh tahun, turnamen biliar atau bola sodok kembali digelar di Kabupaten Jember, Jawa Timur, 13-14 Agustus 2022. Turnamen ini berusaha menghilangkan citra negatif yang melekat pada biliar.
“Kami mendapat teguran dari pengurus tingkat Jawa Timur untuk bisa segera mencari bibit-bibit atlet pilihan dengan usia di bawah 21 tahun dan master-master dengan handicap 3, 4, dan 5. Akhirnya kami mencoba menyelenggarakan turnamen di Last Minute,” kata Sekretaris Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Jember Agus Hadi Santoso, Minggu (14/8/2022).
Turnamen ini diikuti 25 orang atlet yang berusia di bawah 30 tahun, termasuk beberapa di antaranya dari luar kota.. “Untuk yang usia 21 tahun masih belum banyak. Kami memang masih mengawali. Rencananya setiap dua atau tiga bulan sekali, kami akan menyelenggarakan turnamen-turnamen kecil dengan hadiah tak terlalu besar. Tujuannya untuk menggairahkan minat para atlet biliar yang kami siapkan untuk kejuaraan tingkat provinsi tahun depan,” kata Agus.
Selain itu, lanjut Agus, POBSI ingin menghapus opini negatif terhadap biliar. “Selama ini biliar dianggap berbau judi, alkohol, dan ada transaksi score girl di situ. Hari ini itu kami hilangkan semua dengan motto atau tagline: biliar anti judi dan anti minuman keras,” katanya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”biliar”]
Kehadiran score girl atau gadis penghitung skor yang biasa berpakaian minim pun dihilangkan. “Hari ini tidak sama dengan era 1990-an. Tidak perlu hitung skor, karena permainannya Bola 8, Bola 9, dan Bola 10. Tidak butuh hitung-hitungan. Jadi siapa yang memasukkan bola nomor 8, 9, atau 10 jadi pemenangnya,” kata Agus.
POBSI Jember juga merekrut atlet-atlet biliar putri. “Ada yang pakai hijab. Biliar mulai digandrungi anak-anak muda yang ingin jadi atlet. Kami ingin mendapatkan atlet-atlet berpotensi,” kata Agus.
Agus akan melaporkan kondisi Jember kepada POBSI Jatim dan nasional. “Kami mandiri tak ada yang membiayai. Kami mengolah uang pendaftaran, sehingga hadiahnya tidak besar. Nantinya akan dijadikan agenda rutin dengan berbagai kelas,” katanya. [wir/suf]






