Ringkasan Berita:
- Truk pengangkut pekerja proyek pengaspalan jalan terguling di Jalan Raya Desa Kersoharjo, Geneng, Ngawi.
- Satu pekerja bernama Eko Pambudi meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut.
- Tujuh orang lainnya, terdiri dari enam pekerja dan sopir, mengalami luka-luka.
- Polisi masih menyelidiki penyebab kecelakaan, termasuk dugaan sopir kehilangan konsentrasi karena mengantuk.
Ngawi (beritajatim.com) – Kecelakaan tunggal melibatkan truk pengangkut pekerja proyek pengaspalan jalan terjadi di Jalan Raya Desa Kersoharjo, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Sabtu (19/9/2026) sekitar pukul 08.15 WIB. Truk terguling setelah menghantam teras rumah warga hingga menyebabkan satu penumpang tewas dan tujuh orang lainnya, termasuk sopir, mengalami luka-luka.
“Saya duduk di depan, tidur, tahu-tahu sudah terguling. Rombongan pekerja proyek pengaspalan jalan dari Nganjuk mau ke Ngawi. Diduga sopirnya mengantuk. Penumpang di depan tiga termasuk sopir dan di bak belakang lima orang,” kata salah seorang korban luka, Edi.
Saat kejadian, truk dikemudikan Taufiqur Rohman (48), warga Desa Babadan, Kecamatan Patianrowo, Kabupaten Nganjuk. Kendaraan tersebut membawa tujuh pekerja proyek pengaspalan jalan provinsi dari Nganjuk menuju wilayah Widodaren, Ngawi.
Sesampainya di lokasi kejadian, truk diduga oleng ke kiri. Kendaraan kemudian berbalik arah sebelum menghantam teras rumah warga yang berada di pinggir jalan hingga akhirnya terguling.
Sejumlah pekerja yang berada di bak belakang truk terpental dan jatuh ke badan jalan. Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung mendatangi lokasi untuk memberikan pertolongan kepada para korban.
Satu penumpang, Eko Pambudi (48), warga Desa Babadan, Kecamatan Patianrowo, Kabupaten Nganjuk, meninggal dunia di lokasi kejadian. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD dr Soeroto Ngawi untuk menjalani proses visum.
Sementara itu, tujuh korban lainnya yang terdiri dari enam pekerja dan sopir truk mengalami luka-luka. Mereka dievakuasi ke Rumah Sakit Widodo dan RSUD dr Soeroto Ngawi untuk mendapatkan penanganan medis.
Sejumlah korban dilaporkan mengalami luka pada bagian kepala dan tangan. Ada pula korban yang mengalami patah tulang kaki akibat terlempar dari bak truk ketika kendaraan terguling.
Keterangan Edi menyebutkan tiga orang berada di bagian depan kendaraan, termasuk sopir, sedangkan lima pekerja lainnya berada di bak belakang. Para pekerja yang berada di bak belakang terpental ketika truk kehilangan kendali dan terguling.
Warga di sekitar lokasi juga menyebut truk melaju dari arah timur menuju Kota Ngawi sebelum kecelakaan terjadi. Dugaan sementara, sopir kehilangan konsentrasi akibat mengantuk sehingga kendaraan bergerak tidak terkendali.
Salah seorang warga, Bambang, mengatakan truk kemudian terguling setelah menghantam rumah warga. “Truk itu berjalan dari timur menuju Kota Ngawi, diduga mengantuk. Truk itu terguling setelah menabrak rumah warga,” kata dia.
Warga lainnya, Robin, menyebut para penumpang sempat berserakan di jalan setelah truk terguling. Satu orang dinyatakan meninggal dunia, sedangkan korban lainnya mengalami luka dan langsung dievakuasi.
Pascakejadian, polisi mengamankan sejumlah barang milik para korban yang berserakan di sekitar lokasi kecelakaan. Evakuasi dan penanganan korban dilakukan dengan melibatkan warga serta petugas medis.
Kecelakaan tersebut kini ditangani Unit Gakkum Satlantas Polres Ngawi. Polisi masih melakukan penanganan dan penyelidikan untuk memastikan rangkaian kejadian serta faktor yang menyebabkan truk kehilangan kendali.
Peristiwa tersebut juga menjadi perhatian terhadap aspek keselamatan pekerja proyek yang melakukan perjalanan menggunakan kendaraan angkutan, terlebih sebagian pekerja berada di bak belakang kendaraan sehingga berisiko terlempar ketika kendaraan mengalami kecelakaan.
Penyelidikan Unit Gakkum Satlantas Polres Ngawi selanjutnya akan menjadi dasar untuk memastikan penyebab kecelakaan, termasuk dugaan sopir mengantuk, sekaligus menentukan langkah penanganan lebih lanjut terhadap kasus tersebut. [fiq/beq]






