Jakarta (beritajatim.com) – Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia menyebut, tren pemimpin muda tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga fenomena global. Hal ini ditandai dengan munculnya pemimpin muda di berbagai negara, mulai dari Presiden, Perdana Menteri, hingga kepala daerah.
“Fenomena ini juga ada di banyak negara, munculnya pemimpin muda mulai dari Presiden, Perdana Menteri yang usia di bawah 40 tahun. Dan ada 33 negara yang memiliki regulasi yang mengatur syarat minimal untuk maju sebagai kepala negara, adalah 35 tahun,” kata Sekretaris Jenderal Partai Gelora Mahfuz Sidik.
Menurut Mahfuz, tren pemimpin muda di Indonesia juga didukung oleh dua faktor, yaitu tren populasi dan tren pemilih muda.
“Di mana 69 persen penduduk Indonesia masuk kategori usia produktif dari usia 15-40 tahun. Kemudian dari 69 persen tersebut, sekitar 66 juta berusia antara 0-14 tahun. Dalam jangka waktu 10-15 tahun ke depan, mereka akan menambah level piramid penduduk muda. Indonesia benar-benar akan mengalami bonus demografi,” ujarnya.
Selain itu, lanjut Mahfuz, 52 persen pemilih di Pemilu 2024 merupakan pemilih pemula dan pemilih muda yang berusia 17-40 tahun.
“Artinya, mayoritas pemilih pada Pemilu 2024 tersebut, adalah dua profil tadi. Dan hal ini juga ada korelasi dengan kepimpinan politik di daerah, nasional dan global,” katanya.
Mahfuz menilai, kehadiran pemimpin muda di Indonesia merupakan fenomena yang positif. Hal ini karena pemimpin muda memiliki energi dan semangat yang lebih besar untuk memajukan bangsa.
“Jadi, Pemilu 2024 ini bukan hanya satu prosesi demokrasi 5 tahunan saja, tapi juga punya makna strategis yang lebih penting, yaitu adanya proses transisi kepemimpinan,” katanya. [hen/beq]






