Malang (beritajatim.com) – Satu bulan menjalani perawatan di RSUD Kepanjen Kabupaten Malang, Vicky Hermansyah (20), korban Tragedi Kanjuruhan sudah diperbolehkan pulang, Rabu (2/11/2022) siang ini. Warga Kelurahan Kesambi, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo itu sebelumnya sempat menjalani perawatan di ICU RSUD Kanjuruhan Kepanjen
Raut wajah Vicky terlihat masih depresi. Memendam rasa trauma yang cukup berat.
Ketika keluar dari ruang perawatan menuju lobi, pandangan kedua mata Vicky terlihat kosong. Dia terus menoleh ke kanan dan kiri.
Ingatan kejadian Tragedi Kanjuruhan akibat tembakan gas air mata yang mengakibatkan ratusan nyawa meninggal dunia dan ratusan korban luka ini, masih belum hilang. Apalagi sampai membuatnya harus terbaring lama di rumah sakit.
Direktur RSUD Kanjuruhan Kepanjen, dr. Bobbi Prabowo mengatakan, Vicky adalah satu dari ratusan korban yang dirawat dan dilayani di rumah sakit milik Pemkab Malang tersebut.
“Ketika awal datang kondisi pasien ini koma dan tak sadarkan diri. Lalu kami berikan perawatan intensif dan pasang ventilator,” ucap Bobby.
Selama perawatan di rumah sakit, Vicky sempat dirawat di ruang ICU selama 2 minggu. Setelah kondisinya membaik, dipindah ke ruang perawatan selama 2 minggu hingga akhirnya diperbolehkan pulang.
“Vicky ini mengalami cidera otak yang cukup berat. Dia juga sempat mengalami infeksi paru, namun sudah tertangani,” beber Bobbynya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”tragedi-kanjuruhan”]
Bobby menegaskan, total sebanyak 218 korban Tragedi Kanjuruhan yang dilayani di RSUD Kanjuruhan Kepanjen. Sebanyak 21 diantaranya saat kejadian itu sudah menjadi jenazah atau meninggal dunia.
“Sedangkan lainnya telah kami layani dengan baik dan semuanya sembuh serta boleh pulang,” tuturnya.
Untuk proses pemulihan Vicky, Bobby melanjutkan diperlukan pendampingan dari sisi psikologis dan fisioterapi. Setidaknya sampai enam bulan ke depan hingga kondisi Vicky bisa pulih sempurna.
“Pendampingan fisioterapi karena Vicky ini sudah lama berada di tempat tidur. Tangan serta kakinya kurang banyak bergerak. Sedangkan psikologis untuk memulihkan kondisi trauma yang dialaminya,” pungkasnya. [yog/but]







