Jember (beritajatim.com) – Tim sepak bola Jember ditargetkan meraih juara Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2022. Tragedi Porprov 2019 tidak boleh terulang jika ingin melenggang.
Dalam Porprov 2019, tim sepak bola Jember gagal lolos ke 16 Besar, setelah dijatuhi sanksi oleh Komisi Disiplin Asosiasi Sepak Bola Provinsi PSSI Jawa Timur. Padahal Jember sudah menjadi juara Grup B dan berhak lolos ke babak selanjutnya. Dalam tiga pertandingan di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Kabupaten Pamekasan, Jember membekuk Pamekasan 2-1, Kota Probolinggo 3-1, dan Kabupaten Kediri 3-0.
Namun tim Jember dinilai melanggar aturan karena menggunakan pemain tidak sah atas nama Rizki Iswantur yang R bernomor punggung 16 saat berhadapan dengan Kediri. Alhasil Komdis menjatuhkan sanksi beruntun berupa pengurangan tiga poin, pembatalan kemenangan, dan Jember dinyatakan kalah 0-3 dalam pertandingan tersebut.
Medali emas cabor sepak bola dalam Porprov 2019 diraih Kabupaten Tuban yang mengalahkan Sidoarjo dengan skor 2-1, dalam babak final, di Stadion Bumi Wali Tuban, Sabtu (13/7/2019).
Adi Purnomo, manajer tim sepak bola Jember saat itu, masih ingat betapa pahitnya kegagalan tersebut. “Pendaftaran (pemain) sesuai nomor punggung ke panitia tidak pas. Akhirnya keliru nomor punggung. Itu saja kesalahannya,” katanya, Minggu (13/3/2022).
Purnomo sempat protes ke Asprov PSSI Jatim. “KONI Jember juga protes. Tapi tidak bisa. Akhirnya Jember tidak lolos, yang lolos Kediri,” katanya.
Purnomo menyesalkan kegagalan saat itu, karena persiapan tim matang. “Manajemen kompak. Teman-teman sering kumpul dan bareng. Yang kami jaga kekompakan tim,” katanya.
Menurut Purnomo, jika ingin meraih medali emas, suasana dalam tim harus kondusif. “Seleksi pemain dan pemusatan latihan harus disiapkan matang,” katanya.
Purnomo juga meminta Askab PSSI Jember segera melengkapi susunan manajemen tim. “Saya melihat tarik ulur. Nama manajernya masih belum ada,” katanya.
Masalah finansial harus jadi perhatian. “Saat ini teman-teman mengeluhkan anggaran. Biaya minum, makan, transportasi masih nol. Saya khawatir dengan waktu yang sangat pendek ini. Sekarang tidak ada pertandingan sparring. Latihan juga tidak full. Percuma seleksi. Anak Puger dipanggil, tidak datang, karena tidak ada yang transportasi,” kata Purnomo.
[berita-terkait number=”5″ tag=”koni-jember”]
Dinas Kepemudaan dan Olahraga Jember menjanjikan dana hibah pembinaan untuk KONI sebesar Rp 3 miliar akan segera terwujud. Purnomo menyarankan, agar pengurus PSSI Jember menalangi dulu dana untuk persiapan tim sepak bola. terutama untuk biaya makan dan transportasi.
Jember saat ini menjadi tuan rumah porprov. “Jadi malu kalau tidak memperoleh medali emas,” kata Purnomo yang saat ini menjadi anggota Komite Eksekutif Asosiasi Sepak Bola Kabupaten PSSI Jember.
Ketua Askab PSSI Jember Try Sandi Apriana menjadikan peristiwa tahun 2019 itu sebagai bahan pelajaran. “Antisipasinya kami pelajari regulasi sedetil-detilnya. Kalau sudah berpotensi bermasalah, jangan diterabas,” katanya.
Tim sepak bola Jember saat ini dilatih mantan pemain Persid, M. Rofiq. Para pemain Persid yang memenuhi syarat masuk dari aspek usia dan teknis saat seleksi akan menjadi bagian dari tim porprov. Begitu juga pemain-pemain asal Jember yang bermain di klub-klub Liga 3 kota lain. “Mereka tinggal menguatkan chemistry saja. Kalau soal permainan, skill mereka sudah bagus. Jadi target emas pun bukan hal mustahil, karena komposisi pemain kami cukup bagus,” kata Sandi. [wir/suf]






