Jakarta (beritajatim.com) – Deputi Hukum Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo – Mahfud MD, Todung Mulya Lubis menyampaikan, sejumlah dugaan kecurangan yang terjadi di 3 daerah. Apa saja bentuk kecurangan ini dan mana saja wilayahnya?
Todung mengungkapkan pelanggaran pertama diduga dilakukan oleh Sekda Pemerintahan Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan dalam acara Rembuk Guru di museum daerah setempat.
Kemudian dugaan pelanggaran ke dua, lanjut dia, yakni adanya anggota Forkopimda di kabupaten Batubara, Sumatera Utara yang diduga melakukan pembicaraan soal pengarahan pemenangan pasangan capres-cawapres nomor urut 2 Prabowo-Gibran di Pilpres 2024.
Lebih lanjut, dugaan pelanggaran yang ketiga yakni adanya Kabid SMP Dinas Pendidikan Kota Medan yang sekaligus menjabat sebagai Sekjen Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), diduga mengarahkan para guru dan kepala sekolah untuk memilih Prabowo-Gibran.
“Jadi saya ingin minta ya melalui forum ini melalui press briefing ini kepada semua pihak saksi-saksi yang mendengar mengetahui hal ini untuk tidak takut. Taruhannya itu adalah nasib bangsa ini. Taruhannya adalah nasib kita semua masa depan kita. Kita tidak ingin pemilu kita pilpres kita cacat kita tidak ingin pemilu kita itu dianggap sebagai pemilu KW-KW pemilu kacangan,” kata Todung
Sementara Sekretaris Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Hasto Kristiyanto, juga menuding, berbagai dugaan intimidasi dan kecurangan dalam Pemilu 2024 itu terungkap akibat adanya gerakan rakyat.
“Terungkapnya berbagai bentuk intimidasi yang diam-diam, ada pergerakan rakyat untuk merekam. Ini menunjukan kekuatan perlawanan akibat intimidasi,” ujarnya. [hen/aje]






