Makkah (beritajatim.com) – Seluruh calon jemaah haji (CJH) asal Indonesia sudah berada di Arab Saudi, Sabtu (24/6/2023). Berdasarkan data dari laman resmi Kemenag (Kemneterian Agama), jumlah CJH mencaapai 209.782 orang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 61.536 CJH masuk kategori lansia (lanjut usia). Usia mereka di atas 65 tahun. Jumlah lansia terbanyak dari Embarkasi Solo dengan 11.800 orang. Disusul Embarkasi Surabaya sebanyak 10.158, kemudian dari Jakarta – Bekasi tercatat 8.036 CJH lansia, dan dari Jakarta – Pondok Gede sebanyak 7.139 lansia.
Secara umum, mayoritas jemaah haji Indonesia adalah perempuan, dengan perbandingan 55,1% : 44,9%. Berdasarkan pekerjaan, mayoritas jemaah haji Indonesia adalah ibu rumah tangga, jumlahnya mencapai 57.178 orang.
BACA JUGA:
Gagal ke Tanah Suci, ‘Kaji Nunut’ Jombang Dijebloskan ke Penjara
Sebanyak 43.253 pegawai swasta, sementara 42.368 adalah PNS (pegawai negeri sipil). Kemudian 29.082 jemaah berlatar belakang petani, 18.069 pedagang, 9.389 pensiunan, 4.214 pelajar/mahasiswa, 3.137 pegawai BUMN, dan 3.092 jemaah dengan beragam profesi lainnya.
Sementara itu, dari sisi pendidikan, 67.543 jemaah lulusan SD, 23.819 (SLTP), 50.252 (SLTA), 12.056 (Diploma), 46.793 (S1), 7.403 (S2), 537 (S3), dan 1.379 dengan jenjang pendidikan lainnya.
Bagaiamana dengan jemaah haji disabilitas? Berdasarkan data tersebut terdapat 5.791 jemaah disabilitas, terdiri atas 3.659 perempuan dan 2.132 laki-laki. Mayoritas jemaah disabilitas berangkat dari Embarkasi Surabaya (811), Solo (771), Jakarta – Pondok Gede (489), Makassar (489), dan Batam (268).
Data terakhir, sebanyak 133 jemaah wafat, dan 74 (55,5%) di antaranya masuk kategori lansia (65 tahun ke atas). Rinciannya, 96 jemaah wafat di Makkah, 34 orang di Madinah, dan 3 orang di Jeddah. [suf]






