Surabaya (beritajatim.com) – Dukungan percepatan vaksin bagi masyarakat kini mulai banyak dilakukan bagi para pengusaha. Salah satunya toko perlengkapan wanita terbesar di Surabaya ini. Para customer bisa membawa pulang tas cantik dengan menunjukkan sertifikat vaksin pertama atau kedua.
“Bagi tas ini sebagai dukungan deliwafa pada program pemerintah untuk percepatan vaksinasi di Indonesia ” ujar Tom Liwafa pemilik Deliwafa. Selain dukungan program vaksinasi, bagi tas gratis ini sebagai wujud syukur telah dibukanya cabang kedua Deliwafa di Gresik.
Bagi tas gratis ini disambut antusias oleh pengujung yang berbelanja di Deliwafa. Selain bisa berbelanja kebutuhan wanita seperti tas, pakaian hingga produk perawatan, pengujung bisa mendapatkan tas cantik secara gratis. ” Senang sekali bisa dapat tas cantik hanya menunjukan bukti telah divaksin, semoga Deliwafa semakin sukses ” kata Risma salah satu pengunjung Deliwafa.
Deliwafa telah menyiapkan sedikit 150 tas cantik yang akan dibagikan secara gratis kepada pengunjung yang bisa menunjukan bukti telah divaksinasi. ” Aksi bagi tas untuk pengunjung yang telah divaksin ini sudah berlangsung sejak tanggal 20 Agustus kemarin dan berakhir hari ini ( 22 Agustus) ” ucap Tom Liwafa.
Pengusaha muda Surabaya ini mengaku meski jumlah pengunjung ke toko menurun dampak PPKM, namun penjualan online meningkat drastis. “Pengusaha harus bisa adaptasi dengan segala kondisi, termasuk memanfaatkan dunia digital untuk memasarkan produknya ” ujar Tom Liwafa.
[berita-terkait number=”4″ tag=”vaksin”]
Produk yang dijual Deliwafa sendiri hampir 90 persen merupakan hasil UMKM dari Jawa Timur. Dengan membuka cabang baru UMKM ini bisa tetap berproduksi dan membangkitkan perekonomian Indonesia. ” Untuk produk yang dijual di Deliwafa ini kita bekerjasama dengan sekitar 500 UMKM ” kata Tom Liwafa. Selain itu dengan membuka cabang baru, Deliwafa bisa mempekerjakan ratusan karyawan yang sebelumnya terkena PHK dampak pandemi Covid 19.
Deliwafa sendiri menerapkan aturan protokol kesehatan ketat bagi pengunjung. Selain wajib mencuci tangan dan memakai masker, jumlah pengunjung juga dibatasi 25 persen dari kapasitas toko. Bahkan untuk mengurangi resiko penularan Covid 19, seluruh karyawan Deliwafa juga telah divaksinasi. [way/but]







