Surabaya (beritajatim.com) – Tim mahasiswa dan alumni Universitas Negeri Surabaya (Unesa) ikut menyumbangkan tiga medali untuk kontingen Indonesia pada gelaran SEA Games 2023 di Kamboja.
Medali pertama, yakni emas diraih oleh tim Hockey Indoor yang diperkuat oleh 5 mahasiswa. Mereka adalah Ilham Wiranata Kusuma (S1 Ilmu Keolahragaan), Ferdian Fathur Rohman (Pendidikan Profesi Guru), Abdul Haq Habiburrahim (pelatih dan alumni Ikor UNESA), M. Hendri FIrdaus (alumni FIKK) dan Andrea Guntara Adivery S (S1 Ilmu Keolahragaan).
Dua medali lainnya yaitu perak dan perunggu masing-masing dalam cabor Aquathlon Team Relay dan Aquathlon Sprint Distance diraih oleh Dea Salsabila Putri dari S-2 Pendidikan Olahraga. Keberhasilan mereka menjadi bagian dari penentu Indonesia meraih medali lebih banyak lagi dari Sea Games sebelumnya.
Tim Hockey, Andrea Guntara menceritakan, medali tersebut sudah menjadi target mereka untuk Indonesia. Itu merupakan buah dari persiapan mereka sejak Oktober lalu. Demi emas tersebut, dia dan timnya sampai harus mengikuti masa uji coba sebulan di Eropa dan mengikuti latihan rutin di Depok.
https://beritajatim.com/pendidikan-kesehatan/6-peserta-disabilitas-ikuti-utbk-di-unesa-disediakan-alat-dan-layanan-khusus/
“Ini kan kompetisi bergengsi Asia Tenggara tentu persaingannya sengit banget. Apalagi berhadapan dengan tim kuat lainnya. Berkat latihan dan ketekunan, alhamdulillah kita bisa membawa pulang emas dan membuktikan kalau Indonesia bisa di berbagai cabang olahraga kayak hoki ini,” ujarnya, Jumat (12/5/2023).
Dia melanjutkan, dia ingin sekali memperkuat Indonesia pada Sea Games sebelumnya. Namun, namanya tidak masuk dalam daftar, karena sudah pernah ikut PON. Namun, keinginan itu terus dia rawat baik-baik. Latihan pun terus ditekuni hingga akhirnya keinginan itu pun terwujud dan dia dan timnya berhasil mempersembahkan yang terbaik untuk Indonesia.
Tim Hockey lainnya, Ilham Wiranata mengaku bangga bisa mengibarkan Merah Putih di podium juara tersebut. Ilham menceritakan prestasi ini menjadi sangat menarik baginya, sebab sebelumnya atau ketika masih SMA dia masih asing dengan olahraga hoki.
Dia pun sempat menganggap aneh olahraga dengan tongkat khusus dan bola kecil itu. Tak disangka, cabor itulah yang membesarkan namanya di kancah Internasional.
https://beritajatim.com/pendidikan-kesehatan/fakultas-teknik-unesa-ciptakan-mesin-presto-otomatis/
Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Dr Dwi Cahyo Kartiko mengatakan sebagai kampus para juara, Unesa akan mengawal pendidikan yang layak kepada para atlet berprestasi. Kata dia, Unesa juga akan memberikan apresiasi khusus kepada mahasiswa maupun alumni yang meraih medali untuk Indonesia.
“Sebagai bagian dari komitmen kami dan seperti sebelumnya kami tentu akan memberikan apresiasi khusus kepada atlet. Mereka sudah memberikan yang terbaik untuk daerah dan negara. Selanjutnya, kita yang memberikan yang terbaik kepada mereka,” tandasnya.
Diketahui, per 11 Mei 2023, pukul 18.34 WIB, Indonesia berhasil mengantongi 38 emas, 33 perak dan 58 perunggu. Total medali yang dikumpulkan yaitu 129. [ipl/but]






