Surabaya (beritajatim.com) – Ketua Tim Sobat Ijo Surabaya, Mahfudz menyebut pasangan Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar (AMIN) memiliki keinginan kuat untuk menegaskan kedaulatan Indonesia dalam memproduksi peralatan pertahanan sendiri dan memperkuat ketahanan pangan melalui pemberdayaan petani lokal. Ia berharap memiliki presiden yang mengarahkan penduduknya untuk menjadi tuan di negeri sendiri
Menurut dia, program food estate yang dianggap sebagai solusi instan dan percobaan justru gagal dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Jangan lalu ambil sikap yang instan. Seperti membuat food estate. Itu kan kan percobaan yang gagal menurut saya,” ujar Mahfudz saat menjadi narasumber live debat di kantor beritajatim.com, Minggu (7/1/2024).
Selain itu, Mahfudz juga mengkritik ketergantungan pada alutsista impor, terutama yang bekas. Apalagi, menelan biaya hingga RP 300 triliun.
Mahfudz menekankan pentingnya menjadi ‘tuan di negeri sendiri’. Hal ini merujuk pada pentingnya Indonesia untuk memproduksi peralatan pertahanannya sendiri daripada mengandalkan impor.
“Itu kan muspro ketika membuang duit 300T untuk membeli alutsista dari luar negeri apalagi bekas,” ujar Mahfudz.
Mahfudz menyoroti bahwa investasi yang besar dalam impor alutsista bisa dialihkan untuk mendukung petani Indonesia, yang pada akhirnya akan memperkuat ketahanan pangan dan kedaulatan nasional.
“Lebih celakanya lagi itu uang hutang. Kenapa utang gak dikasihkan ke petani aja, itu kan memperkuat ketahanan pangan kita,” ujar politisi PKB ini.
Mahfudz menegaskan pasangan Amien memiliki pendekatan yang lebih berfokus pada pemberdayaan sumber daya nasional dan dukungan terhadap petani lokal. Hal itu, kata dia, tak hanya akan memperkuat ketahanan pangan tetapi juga ketahanan nasional secara keseluruhan.
“Itu kan akan selalu berhubungan dengan ketahanan indonesia menurut saya,” pungkas pria yang juga menjabat Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya ini. [asg/aje]






