Jember (beritajatim.com) – Para pemain tim sepak bola Kabupaten Jember harus bisa mengendalikan emosi saat bertanding melawan Kabupaten Malang, dalam semifinal Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur (Porprov Jatim) VII, di Stadion Semeru, Lumajang, Kamis (30/6/2022).
Sebelumnya, saat melawan tim sepak bola Kota Malang di babak penyisihan Grup C, pemain Jember sempat terkena dua kartu merah karena terlibat perkelahian. Sementara itu, dalam pertandingan terakhir Grup B, Kabupaten Malang terlibat kericuhan dengan tim Bojonegoro yang membuat wasit mengeluarkan lima kartu merah dan 14 kartu kuning.
“Kami menekankan kepada pemain untuk menjaga tingkat emosi. Jangan sampai terpancing ulah pemain Malang yang memang berkarakter keras. Mereka bisa main keras, kami bisa main keras. Tapi tingkat emosi harus dijaga,” kata M. Rofiq, pelatih tim sepak bola Jember.
Dalam pertandingan semifinal, Rofiq tetap akan memainkan formasi 4-3-3. Semua pemain fit, kecuali kiper Galih Ismail. Gelandang serang Moh. Hunaifi Azizi harus parkir dulu, karena terkena akumulasi kartu. “Tapi kami sudah menyiapkan penggantinya. Kami tidak ada persiapan khusus. Kami akan bermain sesuai dengan apa yang kami latih sehari-hari,” kata Rofiq.
[berita-terkait number=”4″ tag=”porprov-jatim”]
Rofiq menilai tim sepak bola Kabupaten Malang bagus. “Mereka sangat kompak. Beberapa pemain perlu diwaspadai, terutama gelandang serang,” katanya.
Tidak menutup kemungkinan Jember akan memulai serangan dengan operan bola dari kaki ke kaki. Bukan lagi serangan langsung ke pertahanan lawan sebagaimana yang selama ini diterapkan pada babak penyisihan grup di Stadion Notohadinegoro. “Kami lihat kondisi lapangan Stadion Semeru cukup bagus, kami bisa memainkan build up dari bawah,” kata Rofiq. [wir/but]






