Malang (beritajatim.com) – Tim Barqha dari Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang (FT UM) meraih prestasi sebagai juara 3 Lomba Inovasi Digital Mahasiswa (LIDM) tahun 2023. Mereka meraih juara pada divisi 1 inovasi teknologi digital pendidikan.
Tim Barqha terdiri atas 4 mahasiswa, yaitu Fadhel Naufal Akbar, Esa Pramudheva Maydi S., Mochammad Mu’iz Afdloly, dan Ayu Najmatus Zahiroh. Keempatnya merupakan mahasiswa program studi S1 pendidikan Teknik Informatika. Mereka dibimbing oleh dosen teknik informatika, Wahyu Nur Hidayat , M.Pd, CRA.
Wahyu Nur menjelaskan, tim yang dibimbingnya membuat aplikasi bernama clearn. Clearn adalah platform pembelajaran pemrograman berbasis gamifikasi dan live coding.
“Mereka awalnya mengajukan proposal. Proposal yang mereka ajukan lolos ke tahap selanjutnya melaju ke final. Kita kembangkan aplikasi clearn berbasis website dengan fitur utama gamifikasi dan live coding. Ini berbeda dengan aplikasi LMS lainnya dimana kami menautkan fitur gamifikasi terdapat game edukasi dan beberapa elemen game,” ujar dosen dari departemen.
Fiturnya, lanjut Wahyu, seperti Learning Manajemen System (LMS) pada umumnya. Ada leaderboard, reward, batch, evaluasi, menciptakan kuis, diskusi. “Namun, clearn memiliki fitur tambah lain berupa live coding,” katanya.
Lebih lanjut, dia menyampaikan langkah persiapan tim bimbingannya sebelum perlombaan. Tahapan pertama, pengumpulan proposal, ketika pengumpulan proposal diseleksi baru keluar tiap divisi dipanggil 20 tim terbaik untuk melaju ke babak final.
LIDM 2023 merupakan ajang bagi mahasiswa se-Indonesia untuk menunjukkan talentanya dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi menjadi generasi yang unggul, kreatif, inovatif, kompeten, berkarakter, dan berbudaya. Terdapat 5 divisi lomba LIDM, antara lain inovasi teknologi digital pendidikan, inovasi materi digital pendidikan, video digital pendidikan, poster digital, dan microteaching digital.
“Langkah persiapannya setelah kita dinyatakan lolos menjadi seorang finalis. Maka kita targetnya adalah mengembangkan aplikasi sampai running. Kemudian setelah aplikasi selesai laksanakan untuk uji coba di SMK Kota Malang. Dari hasil uji coba itu kami menghasilkan beberapa paper sebagai karya pendamping setidaknya ada 2 paper yang telah kami submit,” tutur Wahyu.
Paper yang disubmit timnya berkaitan dengan evaluasi penggunaan Clearn sebagai media pembelajaran pemrograman di SMK. Pihaknya juga sudah mendaftarkan dua hak cipta yang granted dan satu hak cipta sedang proses didaftarkan.
“Setelah semuanya selesai dan deadline tanggal 27 Juni, kami kirimkan semua termasuk video pendukung untuk aplikasi, PowerPoint, laporan akhir dari pengembangan aplikasi kami. Selanjutnya kami drill presentasi latihan presentasi, jadi selama seminggu kita coba untuk perdalam kemampuan komunikasi mahasiswa sehingga pada saat presentasi di depan juri percaya diri dan paham terkait dengan aplikasinya,” pungkas Wahyu.
Sebagai informasi, LIDM 2023 tahun 2023 diikuti oleh 1.356 kelompok dari 234 perguruan tinggi dan yang berhasil masuk babak final sebanyak 100 kelompok peserta dari 48 perguruan tinggi di Indonesia. Final LIDM berlangsung di Universitas Pendidikan Indonesia pada 4-6 Juli 2023 lalu. [dan/but]
BACA JUGA:






