Mojokerto (beritajatim.com) – Tim Arkeologi Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur (Jatim) di hari pertama ekskavasi situs Gemekan tutup pripih. Tutup pripih dengan ukuran 23,4 x 23 cm dan tebal 9,5 cm tersebut ditemukan di bagian sisi selatan.
Ketua Tim ekskavasi, Muhammad Ichwan mengatakan, tutup pripih tersebut berbahan batu andesit. “Balok pipih dengan bentuk bujur sangkar dengan ukuran 23,4 x 23 cm dan ketebalan 9,5 cm, telah kami dokumentasi dan kami angkat,” ungkapnya, Rabu (2/3/2022).
Masih kata Ichwan, batu andesit tersebut memiliki sisi dalam berbentuk kerucut yang diperkirakan sebuah tutup dari pripih. Diduga pada jaman dulu sengaja diambil dan ditemukan hanya tutup, untuk wadah dari pripih tersebut saat ini belum ditemukan Tim Arkeologi BPCB Jatim.

“Karena pripih itu ada wadahnya. Namun demikian, kita lihat struktur di selatan ini tepat di tutup pripih ditemukan, kondisinya sudah rusak. Itu tampan sudah dijebol dari bawah, samping selatan. Saat itu, ada upaya untuk menemukan wadah pripih itu,” jelasnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”bpcb-jatim”]
Ichwan menjelaskan, pripih adalah wadah untuk sesaji berupa benda berharga yang berkaitan dengan kekuatan dari sumur tersebut karena mewakili alam atau dewa di alam bawah. Ichwan menjelaskan, jika pripih tersebut biasanya digunakan untuk kekuatan supranatural.
“Tim akan meneliti dan mengkaji terlebih dahulu temuan-temuan di lokasi. Semuanya akan kita teliti dulu, tentunya ini menjadi sangat penting untuk dunia arkeologi,” tambahnya. [tin/ted]






