Ringkasan Berita:
- Damkar Jombang mengevakuasi ular di empat lokasi permukiman dalam sehari, menjaga keselamatan warga.
- Semua evakuasi berjalan aman tanpa korban, menunjukkan profesionalisme tim Damkar.
- Masyarakat diimbau tidak menangani ular sendiri dan segera melapor ke petugas.
Jombang (beritajatim.com) – Kabupaten Jombang digegerkan oleh kemunculan ular di permukiman warga. Dalam satu hari, Damkarla (Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan) Jombang mengevakuasi ular di empat lokasi berbeda pada Senin, 1 Juni 2026. Ancaman satwa liar ini memicu kepanikan warga, namun respons cepat tim Damkar memastikan keselamatan tetap terjaga.
“Hal itu menjadi bukti bahwa ancaman satwa liar di lingkungan permukiman masih menjadi perhatian serius dan membutuhkan respons cepat serta penanganan profesional,” ujar Komandan Damkarla Jombang Syamsul Bahri, Rabu (3/6/2026).
Evakuasi pertama dilakukan di Dusun Wates, Desa Jatiwates, Kecamatan Tembelang pukul 11.55 WIB, saat warga menemukan ular bersembunyi di balik kasur kamar tidur. Setelah upaya evakuasi mandiri dinilai berisiko, laporan diteruskan ke Damkar.
“Tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan bergerak menuju lokasi dengan perlengkapan rescue dan berhasil mengevakuasi ular dengan aman tanpa menimbulkan korban,” jelas Syamsul.
Evakuasi kedua terjadi di Dusun Ngesong, Desa Sengon, Kecamatan Jombang pukul 12.15 WIB. Ular ditemukan di kamar tidur rumah warga. Tim Damkar menggunakan kendaraan roda dua agar bisa menjangkau lokasi dengan cepat. Berkat prosedur evakuasi yang hati-hati, ular berhasil diamankan dan situasi kembali kondusif.
Memasuki malam, Damkar mengevakuasi ular di Dusun Ngemplak, Desa Podoroto, Kecamatan Kesamben pukul 18.55 WIB. Ular yang sedang mengejar tikus bersembunyi di lemari, membuat penghuni rumah cemas. Pos Damkar Mojoagung merespons menggunakan fire pumper truck, dan ular berhasil dievakuasi tanpa insiden.
Evakuasi terakhir dilakukan di Dusun Ganggang, Desa Kedungdowo, Kecamatan Ploso pukul 21.03 WIB. Ular ditemukan di dapur rumah yang menjadi pusat aktivitas keluarga. Pos Damkar Ploso bergerak cepat dengan Fire Supply Truck, mengevakuasi ular dan mengembalikan situasi ke kondisi normal.

“Empat kejadian dalam satu hari ini menjadi gambaran nyata bahwa layanan Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan tidak hanya terbatas pada penanganan kebakaran, tetapi juga hadir memberikan perlindungan terhadap berbagai kondisi darurat lain yang mengancam masyarakat,” ujar Syamsul.
“Kehadiran petugas di tengah situasi yang meresahkan menjadi bentuk pelayanan cepat, tanggap, dan humanis demi menjaga keselamatan warga Kabupaten Jombang,” pungkas Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jombang ini.
BPBD dan Damkar Jombang mengimbau warga agar tidak menangani ular sendiri dan segera melaporkan keberadaan satwa liar kepada petugas agar evakuasi dilakukan aman, cepat, dan profesional. [suf]






