Magetan (beritajatim.com) – Tim evakuasi dari Derek Lawu menggunakan katrol manual untuk mengubah posisi bus yang terguling usai terjun ke jurang pinggir Jalan Tembus Sarangan-Tawangmangu, Kelurahan Sarangan, Plaosan, Magetan, Jawa Timur, Rabu (7/12/2022).
Medan yang sulit membuat mereka tak bisa menggunakan mesin untuk mengevakuasi bus milik PT Semeru Putra Transindo Semarang itu. Jurang yang curam, serta medan yang tadinya merupakan lahan hutan terpaksa dibuka setelah mendapat izin dari Perhutani Resor Pemangkuan Hutan (RPH) Sarangan.
Sunaryo, Ketua Tim Evakuasi membenarkan jika pihaknya mennggunakan katrol untuk menarik sling yang dikaitkan di bodi bus agar bus biza berdiri. Katrol ditarik manual dengan mengerahkan 20 orang timnya. Katrol dikaitkan di batang pohon eucalyptus agar bisa menarik sling tersebut.
“Medannya sangat sulit, kami pakai katrol yang ditarik manual untuk memposisikan bus kembali berdiri dari yangbtadinya terguling. Sebelum itu kami membuka lahan untuk jalur evakuasi teelebih dahulu agar alat berat visa masuk sekaligus jadi jalan keluar bus dari area hutan ini,” kata Sunaryo, Rabu (7/12/2022).
[berita-terkait number=”4″ tag=”bus-masuk-jurang”]
Selain itu, tim evakuasi harus menggunakan alat berat untuk membuka lahan hutan untuk jalur evakuasi. Kini bus sudah berdiri, dan rencananya bakal ditarik dari hutan menuju jalan raya. Jaraknya kurang lebih 500 meter, bus kemudian abakal diamankan sebagai barang bukti di Pos Lantas Plaosan.
“Kami start sejak pukul 07.00 WIB sampai pukul 15.00 WIB baru bsia berdiri ini busnya. Rencana akan kami tarik, kemungkinan besok. Ditarik ke jalan raya, jaraknya kurang lebih 500 meter,” kata Sunaryo.
Saat ini bangkai bus sudah berdiri namun masih berada di lokasi kejadian. Polisi masih memasang garis polisi guna mengamankan bus dari tangan jahil.
Diketahui, sebuah bus pariwisata mengangkut 55 orang terjun ke jurang di pinggir jalan Raya Sarangan-Tawangmangu atau jalan tembus Cemoro Sewu-Sarangan tepatnya di atas Wisata Lawu Green Forest (LGF) Kelurahan Sarangan, Plaosan, Magetan, Jawa Timur, Minggu (4/12/2022) pukul 11.00 WIB. Bus bernopol H 1470 AG itu terjun ke jurang sedalam 30 meter usai menghantam guardrail atau pembatas jalan hingga rusak.

Total ada 7 orang meninggal dunia termasuk sang pengemudi bus. Jenazah sudah dipulangkan ke Kota Semarang pada Minggu (4/13/2022) pukul 19.30 WIB. Kemudian, 31 korban dinyatakan luka-luka. Semua korban luka sudah diantar untuk sebagian pulang dan dialih rawat di RSUD Wongsonegoro Semarang, pada Senin (5/12/2022) pukul 14.12. WIB.
Subdit Gakkum Ditlantas Polda Jawa Timur telah melakukan olah TKP dan menerjunkan traffic accident analysis (TAA) guna mengumpulkan data sebelum, saat, dan sesudah kecelakaan bus yang dikemudikan oleh Muhammad Barliyan (52) warga Kelurahan Kemijen, Semarang Timur, Kota Semarang, Jawa Tengah itu. [fiq/but]






