Surabaya (beritajatim.com) – Brain fog atau kabut otak merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan keadaan berfikir atau mengingat sesuatu dengan lambat. Kaum millennial biasa menyebutnya dengan telat mikir (telmi).
Seperti dilansir dari Very well mind, Kamis (16/9/2021) kabut otak sebenarnya bukan kondisi medis, namun ini bisa menjadi tanda gejala kondisi kesehatan lainnya. “Bagi penderita kabut otak, gejalanya seperti kurang jernih dalam berpikir, itu dapat memengaruhi kemampuan Anda untuk fokus dan menyulitkan Anda untuk mengingat sesuatu, kata Sabrina Romanoff, PsyD, seorang profesor dan psikolog klinis di New York City. Berikut ini gejala serta tanda-tanda jika Anda mengalami Brain fog:
Kelelahan secara terus menerus
Ini adalah salah satu gejala fisik yang paling umum dialami penderita kabut otak. Anda merasa seolah-olah tidak memiliki energi untuk melakukan pekerjaan sehari-hari. Anda juga kerap kali merasakan kelelahan saat bekerja meskipun Anda sudah cukup tidur. Kelelahan adalah salah satu gejala kabut otak paling bermasalah yang tidak selalu dikaitkan orang dengan kondisi tersebut, tetapi sering kali merupakan salah satu indikasi pertama bahwa ada sesuatu yang salah.
Kebingungan dan Disorientasi
Gangguan kabut otak juga ditandai dengan gejala kebingungan serta disorientasi yang dapat memengaruhi Anda dalam berprilaku. Sulit bagi Anda untuk menjaga pikiran tetap fokus, bahkan sampai tidak dapat memproses informasi sama sekali. Anda mungkin mengalami kesulitan dalam menyelesaikan suatu tugas, merasa bingung, dan terus melupakan apa yang baru saja Anda lakukan, sehingga Anda harus memulai dari awal lagi. Jika terjadi gejala kabut otak, kebingungan, atau disorientasi, penting untuk memeriksakan fungsi kognitif Anda ke dokter yang dapat memberikan saran medis sesegera mungkin.
Tidak fokus atau tidak dapat berkonsentrasi
Kesulitan berkonsentrasi pada satu tugas, bahkan sering melamun adalah salah satu gejala kabut otak terbesar yang dihadapi banyak orang. Anda merasa sulit untuk tetap fokus pada apa pun selama lebih dari beberapa menit. Anda juga kadang membaca halaman yang sama berulang-ulang karena otak Anda tidak dapat mengingat kata atau kalimat yang baru saja Anda baca. [rsf/esd]






