Pasuruan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Pasuruan terus berkomitmen menekan angka pengangguran daerah melalui penyelenggaraan Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Batch 3 Tahun 2026. Sebanyak 64 pencari kerja (pencaker) asal Kabupaten Pasuruan mendapatkan kesempatan emas untuk mengasah kompetensi kerja mereka agar siap bersaing di pasar kerja industri.
Program pemberdayaan tenaga kerja ini dipusatkan di UPT LKD Kabupaten Pasuruan dan berlangsung selama satu bulan penuh sejak 22 Juli 2026. Melalui kerja sama strategis dengan Kementerian Ketenagakerjaan berbasis APBN, Pemkab Pasuruan membekali warga lokal dengan empat kejuruan unggulan, yakni jahit upper sepatu, operator CNC, serta teknisi kendaraan roda dua dan roda empat.
“Pelatihan ini sumbernya dari APBN semua dan sudah dimulai sejak 22 juli kemarin. Kegiatan pelatihan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kompetensi tenaga kerja Indonesia yang siap menghadapi kebutuhan dunia usaha dan dunia industri,” ujar Kepala UPT LKD Kabupaten Pasuruan, Muhammad Farid Ardiansyah.
Farid menjelaskan bahwa kurikulum yang diterapkan memadukan teori serta praktik langsung untuk menggembleng Keterampilan teknis dan sikap kerja profesional peserta. Fasilitas pelatihan ini diberikan secara gratis agar pencari kerja lokal memiliki sertifikasi kompetensi yang diakui oleh dunia industri modern.
“Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap tahapan pelatihan dengan penuh semangat, disiplin, dan tanggung jawab sehingga kompetensi yang diperoleh dapat menjadi bekal dalam meraih peluang kerja yang lebih luas,” ungkapnya.
Langkah nyata Pemkab Pasuruan ini disambut hangat oleh para peserta karena membuka peluang besar untuk segera terserap di pabrik-pabrik besar wilayah Pasuruan. Kehadiran kejuruan spesifik seperti jahit upper sepatu sangat relevan dengan kebutuhan industri manufaktur yang berkembang pesat di daerah ini.
“Senang sekali karena bisa menambah pengalaman, karena pengennya kerja di pabrik sepatu dan dapat penghasilan sendiri,” tutur salah satu peserta pelatihan asal Pasuruan, Vika Nuraini, dengan penuh optimisme.
Vika meyakini bahwa pembekalan materi dan praktik kerja yang diterimanya dari instruktur berpengalaman di UPT LKD akan menjadi modal utama untuk menembus seleksi kerja. Inisiatif berkelanjutan dari Pemerintah Kabupaten Pasuruan ini diharapkan terus melahirkan SDM lokal yang unggul, mandiri, serta ampuh memangkas angka pengangguran terbuka. (ada/but)






