Jakarta (beritajatim.com) – Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan), menegaskan bahwa bergabung dengan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) bukan sekadar perpindahan tempat kerja biasa, melainkan pengembanan amanah dan tanggung jawab besar untuk melayani umat secara adil.
Pesan tersebut disampaikan Menhaj saat memberikan pengarahan mendalam dalam pembukaan Entry Program Batch II bagi pegawai mutasi dari berbagai kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah di Asrama Haji Kelas I Jakarta pada Senin (26/10/2026).
“Di balik setiap berkas yang kita proses, ada jemaah yang menunggu kepastian. Ada keringat masyarakat yang menabung sedikit demi sedikit, jangan sampai masyarakat datang mencari pelayanan, tetapi justru dipersulit. Kita harus melayani semua jemaah secara adil, tanpa membeda-bedakan latar belakang mereka,” ujar Menhaj Mochamad Irfan Yusuf.
Menhaj mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenhaj bahwa indikator keberhasilan kerja tidak sebatas tuntasnya berkas administratif, melainkan kebermanfaatan nyata yang dirasakan langsung oleh para jemaah.
Gus Irfan turut mengungkapkan bahwa dirinya baru saja menandatangani Peraturan Menteri terkait Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) yang secara tegas melarang seluruh pegawai Kemenhaj menjadi pengurus KBIHU guna mencegah benturan kepentingan.
“Godaan di Kemenhaj itu besar dan tidak mudah. Bisa datang dari pihak yang menawarkan imbalan, orang yang kita hormati, bahkan pimpinan terdahulu. Dalam situasi seperti itu, sikap kita harus tegas,” ungkap Menhaj.
Tak berhenti di situ, Menhaj membeberkan bahwa kementeriannya tengah membongkar dan mengusut sejumlah dugaan penyimpangan sistemik dalam penyelenggaraan haji maupun umrah, mulai dari pengarahan jemaah ke travel tertentu, pungli, hingga permainan alokasi kuota.
Selain penegakan integritas internal, Menhaj menyoroti ketidakpastian eskalasi di kawasan Timur Tengah yang menuntut kesiapan presisi dalam menentukan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) serta skenario pergerakan jemaah.
Menutup arahannya, Gus Irfan berpesan agar ratusan pegawai anyar tersebut memperkuat jajaran Kemenhaj yang selama ini kekurangan SDM di daerah dan menjadikan jabatan sebagai ladang pengabdian berintegritas.
“Selamat bergabung dan selamat mengabdi di Kementerian Haji dan Umrah. Jadikan jabatan sebagai amanah. Setiap kewenangan dan keputusan akan dimintai pertanggungjawaban, baik kepada negara, masyarakat, maupun Allah SWT,” pungkas Menhaj Mochamad Irfan Yusuf. [ian/mch]






