Ponorogo (beritajatim.com) – Ratusan relawan dari TNI, Polri dan Senkom bersama warga melakukan evakuasi barang-barang yang berada di lokasi tanah gerak RT 01 RW 01 Dusun Sumber Desa Tumpuk Kecamatan Sawoo Ponorogo. Mereka mengemasi barang milik warga yang terdampak tanah gerak untuk diselamatkan. Sebab, rumah-rumah mereka sudah tidak layak lagi untuk ditempati. Ada yang bangunannya miring, tembok retak bahkan sampai lantai ubinnya rusak.
“Hari ini bersama TNI dan Senkom membantu evakuasi barang yang terdampak tanah retak di Desa Tumpuk,” kata Kapolsek Sawoo AKP Joko Suseno, Rabu (01/03/2023).
Joko menargetkan hari ini bisa mengevakuasi barang atau perabotan di 25 rumah yang terdampak. Setelah semua berhasil dievakuasi, kata Joko lokasi satu RT yang terdampak itu, disepakati akses akan ditutup total. “Jadi 25 rumah itu keseluruhan, dari yang paling bawah hingga ke atas. Kalau sudah semua dievakuasi, tidak ada aktivitas apapun warga di lokasi terdampak,” katanya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”tanah-gerak”]
Dalam evakuasi yang dilakukan, ada warga yang hanya membawa perabot sebisanya, ada juga warga yang akhirnya membongkar rumahnya. Namun, yang paling utama dalam kegiatan evakuasi ini, membawa barang yang benar-benar mudah dilakukan evakuasi.
“Selebihnya ya melihat cuaca, kalau mau dibongkar ya dibantu. Kalau tidak cukup waktu, ya barang yang bisa diselamatkan. Sebab, cuacanya juga tidak tentu. Tadi sempat dihentikan, karena di lokasi terjadi hujan,” pungkasnya
Sementara itu Sumaji (55) salah satu warga yang rumahnya terdampak tanah gerak, mengaku dirinya hanya melakukan evakuasi barang-barang saja. Dirinya tidak akan membongkar rumahnya. Menurutnya, kalau pun dibongkar belum ada tempat untuk menyimpannya. “Hanya mengevakuasi barang-batang rumah saja. Rumah tidak dibongkar, sementara dibiarkan begitu saja. Percuma dibongkar juga tidak ada tempat menyimpannya,” pungkasnya. (end/kun)






