Malang (beritajatim.com) – Aplikasi belanja pesan antar berhasil dibuat Evan Elgar (32), pemuda yang tinggal di Desa Talok, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. Evan sukses mengembangkan aplikasi Pesan-Antar berbasis android, untuk wadah promosi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di desa setempat. Demi kemakmuran warga Desa, Evan pun menghibahkan pengelolaan aplikasi ciptaanya kepada Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Talok.
Aplikasi Pesan-Antar itu diberi nama Talok Go, dibangun untuk mewadahi ajang promosi hasil produksi UMKM warga Desa Talok, juga membantu memproses transaksi mereka.
“Visi kami adalah dari warga Talok ke warga Talok, jadi produk UMKM-nya milik warga Talok, dijual juga kepada warga Talok yang membutuhkan,” kata pembuat aplikasi Talok Go, Evan Helga, Selasa (28/2/2023) siang.
[berita-terkait number=”5″ tag=”aplikasi”]
Evan menuturkan, selain usaha makanan ringan, hingga warung makan dan warung kopi, juga untuk warga yang menjual dan membutuhkan hasil dari pertanian di desa setempat. “Produksi pertanian yang geluti oleh warga Talok di antaranya sayur-sayuran, ubi, dan padi,” terangnya.
Sejumlah usaha makanan ringan tersebut, seperti keripik pisang, aneka kerupuk, makaroni, dan marning. Ia mencontohkan, salah satu warga butuh sayuran sawi, maka ia tinggal memesan ke warga yang bertani Sawi melalui aplikasi Talok Go. “Nanti akan ada driver kami yang akan mengantar sampai ke rumah pemesan,” tegasnya.
Evan mengaku, saat ini UMKM yang bermitra dengan Talok Go ada sekitar 70 UMKM, dan jumlah driver sebanyak 64 orang, serta pengguna aplikasi ada sekitar 487 orang. “Aplikasi ini menang juara 1 Batch 3, Runner Up 1, dan Desa Favorit dalam ajang lomba BRI Desa Briliant tahun 2021, yang diikutkan melalui Pemerintah Desa Talok,” kata Evan.
Menurut Evan, awal Ide untuk membuat aplikasi Go itu muncul dari keluhannya saat pemerintah memberlakukan pembatasan akibat Covid-19, pada tahun 2019 silam. Yaitu ada Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), sehingga banyak UMKM mengeluhkan penurunan pendapatan.
Berawal dari PSBB itu, Evan termotivasi untuk membuat inovasi yang dapat membantu memudahkan UMKM bertransaksi dengan pelanggan, di tengah PSBB. “Tidak persyaratan apapun bagi UMKM yang akan menjadi mitra Talok Go. Tinggal bilang ke kami saja, nanti langsung kita masukkan,” ucap Evan.
Kini, aplikasi yang dibuat Evan itu sudah direplikasi oleh sejumlah desa di Indonesia, juga instansi Pemerintah di Tanzania. “Kalau di Tanzania aplikasinya diberi nama Appa Faster. Fungsinya sama dengan Talok Go. Hanya saja aplikasinya di sana saya bikin berbasis Android dan iOS, sesuai permintaan mereka,” Evan mengakhiri. (yog/kun)






