Surabaya (beritajatim.com) – Selama kurun waktu hampir 107 tahun, Barcelona menjadi satu-satunya klub profesional yang tidak memiliki sponsor. Bukan karena tidak ada yang mau menjadi sponsor klub asal Catalan ini. Namun, mereka memang memiliki kebijakan untuk tidak menerima sponsor terutama di bagian jersey.
Kebijakan ini baru mereka cabut di tahun 2006. Ketika itu, mereka pun bekerja sama dengan UNICEF sebagai dponsor utama. UNICEF membayar mereka sebesar 1,8 juta Euro per tahun untuk donasi kepada anak-anak penderita HIV AIDS di Afrika.
Sebelum tahun 2006, jersey El Barca selalu polos, hanya dihiasi warna biru merah sebagai representasi dari tempat asal mereka yaitu Catalan.Sepanjang sejarah klub berjuluk Blaugrana itu memang anti dengan sponsor ataupun merek dagang di depan jersey mereka.
Budaya tersebut pun punya sejarah cukup panjang sebab sudah berlangsung sejak Barcelona berdiri di 29 November tahun 1899. Terhitung hingga tahun 2006, mereka sudah melewati sepanjang 107 tahun. Namun, idealisme Barcelona akhirnya sirna setelah menerima kerjasama dengan UNICEF di tahun 2006.
Sehingga jersey kebanggaan mereka berwarna merah biru polos harus dinodai dengan tulisan UNICEF pada bagian depan jersey. Hal itu lantas merusak kesakralan jersey klub Catalan, dan membuat beberapa pihak tersinggung dengan keberadaan UNICEF sebagai sponsor.
Jika menilik sejarah Barcelona, wajar saja jika jersey tersebut dianggap sakral. Sebab sebenarnya, eksistensi Barcelona sebagai klub tidak lepas dari kontribusi para pendukung. Barcelona bisa sampai di titik saat ini, sebab pendukung El Barca telah dianggap sebagai bagian dari klub dan juga memiliki kontribusi saham di sana.
Di samping itu, pemegang keputusan tertinggi di klub asal Catalan tersebut adalah para pendukung mereka. Bahkan, pemilihan presiden di Barcelona dipilih oleh pemegang tiket musiman Barcelona setelah para calon Presiden klub berkampanye. Saat awal-awal Barcelona terbentuk, klub tersebut dianggap juga sebagai representasi dari simbol perlawanan penduduk Catalan terhadap rezim diktator Spanyol, Jenderal Franco, yang berlaku sewenang-wenang terhadap warga Catalan.
Sehingga tak ayal bila Keberadaan Barcelona dianggap sebagai senjata pamungkas sebuah bangsa yang tak memiliki negara seperti Catalan. Karena hal-hal ini lah, Barcelona selalu menjaga kemurnian klub yang tertuang dalam jersey berwarna merah biru. Barcelona tak mau disamakan dengan klub lain, mereka tak hendak tunduk dengan nilai komersial.
Setidaknya, idealisme itu bertahan hingga tahun 2006. Namun sekarang, Barcelona tampak sudah tak ambil pusing dengan sejarah itu. Buktinya, El Barca tetap rutin menggunakan sponsor komersial di jersey, meski ada desas-desus beberapa tahun lalu mereka ingin kembali ke budaya jersey tanpa sponsor. Nyatanya, Barcelona tetap memiliki sponsor, itu terang jadi bukti jika perkembangan sepak bola modern telah menjadi ladang bisnis menjanjikan. [dan/tur]






