Runtuhnya bangunan tiga lantai dan musala di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo. Petugas mengungkap ada tujuh korban yang masih
KUMPULAN BERITA Sidoarjo
Berita hari ini di kabupaten Sidoarjo
Sebanyak 59 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, dilaporkan masih hilang di tengah insiden musibah bangunan tiga lantai dan musala runtuh
Golden time pencarian korban Ponpes Al Khoziny berakhir, tim SAR dan BNPB mulai evakuasi menggunakan alat berat untuk percepat proses.
Proses evakuasi korban runtuhnya bangunan tiga lantai di Lembaga Pesantren Al Khoziny, Buduran, terus mendapat perhatian serius dari aparat keamanan.
Polresta Sidoarjo turunkan 208 personel amankan evakuasi reruntuhan Ponpes Al Khoziny, didukung TNI, Basarnas, BNPB, dan Sat Brimob Jatim.
Proses pencarian korban tertimbun runtuhan bangunan tiga lantai dan musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo mulai dilakukan dengan menggunakan alat berat
Menjelang berakhirnya masa golden time 72 jam, Tim SAR gabungan menggelar asesmen terakhir untuk menentukan langkah pencarian korban tertimbun reruntuhan bangunan
Memasuki hari keempat pasca runtuhnya bangunan tiga lantai Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny Buduran, Sidoarjo, tim SAR gabungan mulai mempertimbangkan penggunaan alat berat
Suasana duka masih menyelimuti Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo.
Biddokkes Jatim menyediakan tiga Posko Polda Disaster Victim Identification (DVI) selama berlangsungnya operasi pencarian korban runtuhnya bangunan di Lembaga Pesantren Al Khoziny, Buduran.









