Tim SAR Gabungan telah menyelesaikan 75 persen dari pembersihan reruntuhan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo.
KUMPULAN BERITA Ponpes Al Khoziny
Jumlah korban meninggal dunia dalam tragedi runtuhnya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo bertambah menjadi 39 orang.
Upaya pencarian korban ambruknya bangunan mushola di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, kembali membuahkan hasil.
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Timur merespons cepat musibah ambruknya bangunan di Pondok Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo, dengan mendirikan posko bantuan sejak hari pertama kejadian, Senin (29/9/2025) malam.
Tim gabungan evakuasi korban tragedi pondok pesantren (ponpes) Al Khoziny Sidoarjo kembali menemukan 1 jenazah tambahan. Kini, total korban tragedi memilukan itu terkonfirmasi menjadi 16 orang.
Musibah robohnya bangunan di Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, memantik keprihatinan mendalam dari Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur. Ketua Fraksi, Hj Wara Sundari Renny Pramana, mengajak seluruh masyarakat Jawa Timur untuk mendoakan para korban sekaligus memperkuat solidaritas kemanusiaan.
Satu jenazah korban tragedi pondok pesantren Al Khoziny Sidoarjo kembali ditemukan Sabtu (04/10/2025) sore. Data terbaru, total ada 15 jenazah yang sudah ditemukan oleh petugas evakuasi.
Evakuasi Ponpes Al Khoziny Sidoarjo hari keenam, 14 santri meninggal, 103 selamat, dan 49 masih belum ditemukan. Identifikasi korban hadapi kendala.
Tim SAR Gabungan kembali menemukan korban meninggal dunia ke-14, di balik runtuhan bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo pada Jumat tengah malam, (3/10/2025).
Kondisi korban jenasah yang mulai rusak menyulitkan tim untuk melakukan identifikasi. Untuk itu, tim Disaster Victim Identification (DVI) dari Pusdokkes Polri diterjunkan ke Jawa Timur untuk membantu proses identifikasi jenazah korban yang saat ini berada di RS Bhayangkara Polda Jatim.







