Proses pencarian korban tertimbun runtuhan bangunan tiga lantai dan musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo mulai dilakukan dengan menggunakan alat berat
KUMPULAN BERITA Lembaga Pesantren Al Khoziny
Musibah robohnya gedung tiga lantai Lembaga Pesantren Al Khoziny Buduran, Sidoarjo, pada Senin (29/9/2025) menyisakan kisah haru dan keajaiban.
Tangsian pecah, suasana haru menyelimuti halaman Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo.
Menjelang berakhirnya masa golden time 72 jam, Tim SAR gabungan menggelar asesmen terakhir untuk menentukan langkah pencarian korban tertimbun reruntuhan bangunan
Memasuki hari keempat pasca runtuhnya bangunan tiga lantai Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny Buduran, Sidoarjo, tim SAR gabungan mulai mempertimbangkan penggunaan alat berat
Suasana duka masih menyelimuti Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo.
Upaya pencarian korban di reruntuhan bangunan tiga lantai Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo terus menunjukkan perkembangan.
Sudah 3 hari sejak Senin (29/9/2025) sampai Rabu (01/10/2025), Jalan Khr. Abbas II, Buduran, Sidoarjo dipenuhi ribuan manusia.
Dua korban reruntuhan bangunan tiga lantai milik Lembaga Pesantren Al Khoziny Buduran, yang tertimbun di bawah reruntuhan bangunan beton, diketemukan.
Suasana haru menyelimuti area evakuasi Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Rabu (1/10/2025) sore. Setelah tiga hari penuh ketegangan, tim gabungan berhasil








