Magetan (beritajatim.com) – Mengikuti Google Map menjadi awal mula Feri Andria, sopir truk muatan besi yang terguling usai menabrak rumah makan Wijaya di Jalan Raya Sarangan Plaosan, Magetan, Jawa Timur, Minggu (9/10/2022).
Pria warga Desa Entalsewu, Kecamatan Buduran, Sidoarjo itu mengaku hendak mengantarkan besi dari Sidoarjo ke Yogyakarta. Tak tahu jalannya, dia pun membuka aplikasi penunjuk jalan itu dan kemudian diarahkan untuk melewati Magetan tepatnya lewat Jalan Tembus Sarangan Tawangmangu.
“Sebelumnya saya dan kenek hendak mengirim pipa besi dari Sidoarjo ke Yogyakarta Jawa Tengah bermodalkan google map. Oleh google map diarahkan melewati jalur ini, saya sadar ketika jalan terus menanjak kemudian saya berniat putar balik karena muatan penuh,” kata Feri saat menjalani perawatan di Puskesmas Plaosan, Minggu (09/10/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”kecelakaan”]
Karena membawa muatan penuh dan berat dan pasti tidak kuat menanjak bila diteruskan. Dia berniat putar balik. Pada saat di jalan menurun rem tidak berfungsi hingga akhirnya menabrak rumah makan tersebut.
“Sebelumnya saya belum pernah lewat sini baru kali ini. Namun oleh google map diarahkan lewat sini pada jalan yang menanjak. Daripada tidak kuat putar balik dan celaka ini. Karena tidak tahu jalan ya itu modal google map pada saat jalan,” terangnya.
Diketahui, sebuah truk muatan besi nopol L 9924 UB menabrak rumah makan di Jalan Raya Sarangan-Plaosan masuk Dusun Gemutri, Desa Dadi, Plaosan, Magetan, Jawa Timur, Minggu (9/10/2022). Diduga truk mengalami masalah pengereman hingga menabrak bagian teras rumah makan Wijaya. Akibatnya, truk terguling dan sang pengemudi mengalami patah kaki.
Kanit Lantas Polsek Plaosan Polres Magetan Ipda Akhmad Suryani mengungkapkan, dari hasil olah tempat kejadian perkara, truk yang dikendarai Feri Andria (26) warga Desa Entalsewu Kecamatan Buduran, Sidoarjo berjalan dari arah Sarangan menuju arah Plaosan atau dari arah barat ke timur. (fiq/kun)






