Surabaya (beritajatim.com) – Fenomena gangster di Surabaya cukup meresahkan masyarakat sepekan terakhir. Bahkan, ulah para anggota gangster yang rata-rata masih berusia remaja itu sudah memakan korban jiwa.
Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur Wahid Wahyudi pun angkat bicara terkait fenomena tersebut. Ia mengimbau orang tua siswa di Surabaya agar memberikan pengawasan lebih ketat kepada anak-anaknya untuk tidak keluar rumah jika tidak ada kepentingan yang jelas.
Wahid mengaku jika dirinya sudah melakukan komunikasi dan memerintahkan para kepala cabang dinas (kacabdin) agar melakukan koordinasi dengan para kepala SMA/SMK.
“Sejak saya mendapatkan informasi tentang adanya rencana munculnya gengster ini, saya sudah perintahkan kepada para kacabdin agar melakukan koordinasi dengan para kepala SMA/SMK untuk menghimbau orang tua agar melakukan pengawasan lebih ketat kepada putra-putrinya. Jika tidak ada kepentingan jelas maka jangan keluar rumah,” ungkap Wahid dikonfirmasi, Minggu (4/12/2022).
[berita-terkait number=”4″ tag=”gangster-surabaya”]
Wahid juga mengaku jika saat ini pihaknya belum menerima laporan adanya siswa SMA/SMK di Surabaya yang terlibat. Kendati demikian, imbauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi keterlibatan siswa dalam aksi gangster ini. “Saya belum dapat laporan,” akunya.
Sebagai informasi, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan bersama Walikota Eri Cahyadi dan Kapolres Pelabuhan Tanjung AKBP Anton Elfrino melakukan operasi gabungan, Sabtu (03/12/2022) malam.
Operasi tersebut untuk mengantisipasi maraknya gangster beberapa waktu terakhir. Sementara dari hasil patroli berskala besar tersebut, anggota gabungan menyiduk 12 orang dan dua senjata tajam di dua lokasi yang berbeda. [ipl/but]






