Kediri (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Kediri menggelar upacara bendera peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) Tahun 2019 di halaman belakang Kantor Bupati Kediri. Peserta upacara dari kalangan ASN di lingkup Pemkab Kediri, TNI, Polri, serta para pelajar.
Sekda Kabupaten Kediri Dede Sujana, S.Sos, M.Si. bertindak sebagai inspektur upacara pada peringatan Harkitnas ke-111 tahun 2019 ini. Bertindak sebagai Komandan Upacara yaitu dari Satuan Sabhara Polres Kediri, Iwan CP.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kabupaten-kediri”]
Menyampaikan sambutan Bupati Kediri, Dede Sujana mengatakan, terdapat naskah Sumpah Palapa yang ditemukan dalam kitab Pararaton, yang artinya Gajahmada tak akan menghentikan api raga atau kuasanya sebelum mempersatukan nusantara. Sumpah Palapa tersebut merupakan embrio yang sangat kuat bagi janin persatuan Indonesia.

Telah lebih satu abad ditorehkan catatan dan penghormatan atas kemajemukan bangsa yang ditandai dengan berdirinya organisasi Boedi Oetomo. Dalam kondisi kemajemukan posisi bahasa, suku, agama dan kebudayaan, bangsa Indonesia mampu menjaga persatuan sampai detik ini.
“Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ini bertepatan dengan suasana bulan Ramadhan. Bagi umat muslim, bulan suci ini menuntun kita untuk mengejar pahala dengna meninggalkan perbuatan permusuhan dan kebencian, serta senantiasa menjauhi penyebaran kebohongan dan fitnah,” tambah beliau.

Hari Kebangkitan Nasional jatuh pada tanggal 20 Mei. Harkitnas merupakan salah satu hari bersejarah dalam pergerakan pemuda di tanah air. Hari Kebangkitan Nasional atau sering disingkat Harkitnas ini adalah untuk memperingati berdirinya organisasi Boedi Oetomo, sebagai tonggak bangkitnya rasa nasionalisme, semangat persatuan dan kesatuan untuk memperjuangkan bangsa dan negara. [adv kominfo/nng].






