Kediri (beritajatim.com) – Jumlah jemaah haji asal Kabupaten Kediri yang wafat di tanah suci bertambah satu orang. Dengan bertambahnya satu orang, kini jumat jemaah haji asal Kabupaten Kediri, Jawa Timur yang wafat sebanyak lima orang.
“Sampai hari ini sudah ada 5 orang yang wafat di tanah haramain. Ini sudah dilakukan prosesi pemakaman oleh petugas disana,” kata Abdul Kholiq Nawawi, Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri, pada Kamis (13/7/2023).
Kemenag Kabupaten Kediri sudah mendatangi rumah masing-masing keluarga jemaah haji yang wafat untuk bertakziah dan menyampaikan bela sungkawa.
Baca Juga : Smartfren Resmikan Desa Digital di Kediri
“Kita sampaikan hal-hal kepada keluarga. Mudah-mudahan diberi rahmat, ampunan dan rido dari Allah SWT agar menjadi haji mabrur,” imbuhnya.
Pesan tersebut, kata Abdul Kholiq juga disampaikan kepada pihak keluarga supaya diberikan kesabaran dan ketabahan dalam meneruskan perjuanga almarhum-almarhumah.
Kini Kemenag sedang melakukan berbagai persiapan dalam proses pemulangan para jemaah haji. Rencananya, jemaah haji Kabupaten kediri bakal kembali ke tanah air, pada Senin 17 Juni 2023 mendatang.
“Proses pemulangan dipusatkan di titik awal keberangkatan yang di Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri. Persiapan yang kita lakukan tinggal menunggu hari H,” tambahnya.
Baca Juga : Mas Abu Optimis Produk IKM Kota Kediri Tembus Pasar Global
Kemudian bagi jemaah haji yang kini sedang berada di rumah sakit, maupun yang dalam perawatan pada dokter kloter, Abdul Kholiq berharap, supaya mereka diberi kesehatan, sehingga bisa sama-sama terbang ke tanah air dan berkumpul kembali dengan keluarganya.
Sebelumnya ada empat orang jemaah haji Kabupaten Kediri yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit. Keempat jemaah haji kloter sub 30 Kabupaten Kediri itu dirawat di RS yang berbeda. Tiga orang di RS An-Nur sedangkan satu jemaah di RS Almany Mekkah.
Berdasarkan kabar dari Mekkah tersebut, empat jemaah haji asal Kabupaten Kediri yang sedang sakit dan dirawat masing-masing adalah H. Moh. Arifin, warga Dusu Kolak, Desa Ngadirejo, Kecamatan Ngadiluwih.
Arifin tengah dirawat di RS Almani karena mengalami serangan stroke. Saat ini, ia belum sadarkan diri.
Baca Juga : 4 Jemaah Haji Kabupaten Kediri Masuk RS, dari Diabet Hingga Stroke
Jemaah kedua adalah H. Suwandi asal Dusun Muning, Desa Selodono, Kecamatan Ringinrejo. Dia dirawat di RS AN-Nur Mekkah karena mengalami penyakit gagal ginjal.
Suwandi pun harus menjalani cuci darah setiap dua hari sekali di RS AN-Nur Mekkah tersebut.
Jemaah ketiga, H. Istadi, warga Dusun Bulusari, Desa Bulu, Kecamatan Semen yang dirawat di RS An-Nur Mekkah. Istadi sakit diabet.
Kemudian jemaah keempat adalah H. Kasmari, warga Desa Mranggen, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri. Kamsari sakit jantung dan pernapasan akut, hingga dilarikan ke RS An-Nur.
Untuk diketahui, jemaah haji asal Kabupaten Kediri yang menunaikan rukun islam kelima tahun ini sebanyak 1.358 orang. [nm/ted]






