Sidoarjo (beritajatim.com) – Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) SMP Al Falah Deltasari Sidoarjo mengadakan penjaringan kesehatan dan penyuluhan kesehatan reproduksi remaja bagi siswa kelas 7 dan kelas 8. Itu adalah program rutin tahunan UKS yang kembali dilaksanaan setelah dua tahun terhenti karena pandemi.
Kepala UKS SMP Al Falah Deltasari, Erma Afifah mengatakan, program penjaringan kesehatan dan penyuluhan kesehatan reproduksi ini mengacu pada program pemerintah tentang usaha kesehatan sekolah. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, pendidikan kesehatan dan pembinaan lingkungan sekolah sehat.
“Melalui program UKS ini diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan peserta didik yang sehat jasmani dan rohaninya agar menjadi sumber daya manusia yang berkualitas,” kata Erma, Kamis (20/10/2022).
Bertempat di ballroom SMP Al Falah Deltasari, para siswa kelas 7 diadakan skrining penjaringan kesehatan. Mereka diperiksa satu per satu oleh tiga petugas kesehatan dari Puskesmas Kecamatan Waru. Skrining kesehatan meliputi pemeriksaan tinggi badan, berat badan, lingkar kepala, cek kesehatan telinga, mata dan gigi.
“Kami bekerjasama dengan Puskesmas Kecamatan Waru untuk melakukan pendataan siswa kelas 7. Jika nanti ditemukan ada siswa yang sakit maka segera akan kami tindak lanjuti,” kata Erma.
Sementara itu, para siswa kelas 8 mengikuti penyuluhan kesehatan reproduksi remaja di auditoium SMP Al Falah Deltasari. Mereka menerima materi dari petugas kesehatan Puskemas Waru, Rudi Aditia Mude.
Menurut Rudi, prosentase angka kejadian penyakit seksual di Indonesia setiap tahun sangat tinggi. Salah satu sebabnya adalah ketidaktahuan akan bahaya penyakit seksual. Karena itu perlu ada penyuluhan kesehatan reproduksi dan seksualitas sejak dini untuk para remaja.
Di hadapan para siswa kelas 8 Rudi memaparkan siklus hidup usia remaja. Pada usia remaja antara 10-17 tahun terjadi perubahan emosi.
“Mereka jadi baperan, sensitif dan agresif. Dalam hal perkembangan intelegensia, mereka menampilkan perilaku ingin mencoba hal-hal baru dan senang mengkritik,” kata Rudi.
[berita-terkait number=”4″ tag=”SMP-Al-Falah-Deltasari”]
Lebih lanjut Rudi menjelaskan tentang alat reproduksi wanita dan pria. Seperti pada mata pelajaran biologi, ia menampilkan organ reproduksi. Itu disampaikan dalam kerangka agar para siswa kelas 8 yang masuk usia pubertas mampu mengenal diri sendiri atas adanya perubahan-perubahan fisikalnya. Juga agar mereka mampu menjalani dan melewati perubahan psikologis saat masuk usia pubertas. Stres, rasa takut dan bahkan tidak bisa berpikir secara rasional merupakan perubahan psikologis usia pubertas.
“Mereka perlu dibimbing agar mekanisme pertahanan diri atas perubahan fisik dan emosional bisa ke arah positif, ” kata Rudi. [but]








