Gresik (beritajatim.com) – Peristiwa tragis yang menimpa siswi Sekolah Dasar (SD) di Menganti Gresik belum menemukan titik terang. Sementara Kepala Sekolah masih memilih diam dan tidak mau berkomentar.
Siswi kelas dua SD berinisial SAH (8) tersebut kini dikabarkan mengalami buta permanen. Salah satu mata korban mengalami kebutaan total setelah matanya dicolok dengan tusuk bakso.
Ayah SAH, Samsul Arif menjelaskan jika kebutaan yang menimpa anaknya tersebut disebabkan karena dicolok tusuk bakso oleh kakak kelasnya.
Menurut keterangan ang ayah, kejadian ini terjadi di sekolah pada tanggal 7 Agustus 2023 lalu bertepatan dengan kegiatan agustusan di sekolah.
Baca Juga: Polisi Dalami Dugaan Kekerasan Dialami Siswi SD di Gresik
Berdasarkan pengakuan korban, saat itu SAH dipalak uang jajan oleh kakak tingkatnya. Karena SAH tidak memiliki uang, dia pun menolak untuk memberikan uang kepadanya.
“Anak saya ditarik pelaku ke lorong sekolah saat ada kegiatan lomba agustusan. Pelaku minta uang, tapi anak saya gak mau kasih, pelaku lalu colok mata anak saya pakai tusuk bakso,” ungkap Samsul Arif.
Sebelumnya Samsul Arif telah melaporkan kejadian ini kepada pihak sekolah. Namun, pihak sekolah terkesan menutupi dan meremehkan kejadian ini sampai akhirnya ayah SAH melapor ke polisi.
“Dari pihak sekolah meminta diselesaikan secara kekeluargaan. Namun, hal itu tidak pernah dilakukan sebulan. Anak saya mengalami traumatik. Sehingga, kami memproses kasus ini ke ranah hukum,” katanya, sebagaimana dilansir dari Beritajatim.com.
Samsul Arif juga menjelaskan pihak sekolah tidak ada itikad baik. Setelah kejadian, dia sempat meminta rekaman kamera CCTV tapi tidak digubris.
Baca Juga: Dispendik Gresik Serahkan Kasus Kekerasan Siswi SD ke Polisi
“Sewaktu saya meminta rekaman kamera CCTV pihak sekolah tidak mau menuruti alasannya itu menjadi kewenangannya karena sesuai aturan,” paparnya.
Sementara itu, kepala sekolah SDN 236 Menganti Gresik Ummi Latifah saat diminta komentar lebih banyak menghindar usai pertemuan dengan penyidik Reskrim Polsek Menganti dan keluarga korban.
“Mohon maaf saya punya hak tidak banyak berkomentar,” sambil menutup ruangan kepala sekolah.
Untuk saat ini, kasus yang dialami bocah SD ini masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut oleh pihak Satreskrim Polres Gresik. Salah satunya dengan meminta keterangan dari pihak sekolah.
“Unit Satreskrim Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Gresik meminta keterangan terkait kasus kekerasan yang dialami SAH,” tegas Kanit Reskrim Polsek Menganti Iptu Ekhwanudin. (ian)






