Magetan (beritajatim.com) – Siswi yang dirudapaksa ayah tiri hingga hamil empat bulan dipastikan tidak putus sekolah. Meski sementara tak masuk sekolah secara tatap muka. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Magetan menjamin jika siswi tersebut tetap mengikuti pelajaran.
Kepala Disdikpora Magetan Suwat mengatakan, pihaknya telah melakukan pendampingan dengan DPPKAB PPPA Magetan.
“Sebelumnya, ibunya tidak di rumah sehingga ada tindak pidana yang dilajukan ayah tirinya. Jadi, masalah datang dari keluarga. Di rumah ada ayah tiri yang kebetulan malah jadi pelaku,” kata Suwata, Selasa (31/10/2023).
Pihaknya mengaku terus melakukan pendampingan, pun pendidikan yang ditempuh korban tetap berjalan. Meskipun tidak langsung di sekolah, pihaknya mendampingi lewat modul.
“Harapannya tetap diperhatikan sekolah tetap jalan, jangan sampai putus sekolah. Karena sedang ada permasalahan dan perlu pendampingan maka belajarnya di rumah, memberikan perhatian lewat guru secara bergantian sambil pemantauan. Belajar juga bisa lewat daring,” pungkas Suwata.
Sebelumnya diberitakan, kondisi fisik siswi yang hami empat bulan karena dirudapaksa ayah tirinya kini sehat. Meski begitu, secara psikologis, bocah 14 tahun itu masih perlu pendampingan untuk pemulihan.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dna Perlindungan Anak (DPPKB PPPA) Magetan Furiana Kartini mengatakan, korban saat ini sudah melakukan pendampingan.
“Korban sudah kami dampingi. Jadi mulai ada konseling, kami dampingi, sudah ada laporan masuk ke kami, dan kami bersama Polres dampingi bahkan dari pemeriksaan puskesmas kami dampingi,” kata Furiana saat konferensi pers di Mako Polres Magetan, Selasa (31/10/2023).
BACA JUGA:
Pria Magetan Hamili Anak Tiri Terancam Tambahan Hukuman
Menurut mantan Plt Kepala Dinas Kesehatan Magetan itu, pendampingan terus dilakukan. Pihaknya bakal menghadirkan psikolog untuk mendampingi korban bersama keluarganya.
“Kondisi korban dan kondisi kandungan saat ini sehat. Korban ada ibunya dan saat ini bersama keluarganya. Kami pantau terus, ada satgas kami yang memantau korban,” lanjut Furiana. [fiq/but]






