Sidoarjo (beritajatim.com) – Beragam cara untuk mengekspresikan diri dalam memperingati hari pahlawan yang jatuh pada tanggal 10 November. Seperti yang dilakukan para siswa SMP Al Falah Deltasari Sidoarjo yang menggelar peringatan itu pada Kamis (10/11/2022). Mereka punya cara unik dalam mengisi peringatan itu.
Peringatan hari pahlawan di sekolah yang berlokasi di Jln. Anggrek VI/40 Perum Deltasari Indah Waru Sidoarjo itu dikemas dengan kegiatan upacara, pawai, dan lomba-lomba. Gelaran peringatan hari pahlawan itu bertajuk Semarak Hari Pahlawan, Pahlawanku Teladanku.
Acara dimulai dengan pelaksanaan shalat Duha di Musholla sekolah. Kemudian para siswa bergerak ke lapangan upacara dengan mengenakan aneka ragam busana yang menyimbolkan nilai-nilai perjuangan. Upacara diikuti seluruh siswa kelas 7, 8 dan 9, serta seluruh guru dan karyawan.
Kepala SMP Al Falah Deltasari Kusmanto mengatakan, peringatan hari pahlawan tahun ini bertema Pahlawanku Teladanku. Ia menjelaskan sejarah ditetapkannya hari pahlawan karena adanya peristiwa pertempuran besar di kota Surabaya. Di hadapan peserta upacara, Kusmanto menggambarkan, saat pertempuran itu Kota Surabaya seperti neraka. Banyak pejuang yang gugur dalam pertempuran itu. Namun, para pejuang tidak pernah gentar dan tak kenal menyerah. Itulah mengapa pasukan sekutu bisa dikalahkan.
“Yang perlu kita teladani dari para pahlawan itu adalah kegigihan dan semangat juang untuk meraih cita-cita. Tidak ada kesuksesan tanpa adanya perjuangan,” tandas Kusmanto saat menjadi pembina upacara.
Usai upacara seluruh warga sekolah melakukan pawai kepahlawanan. Mereka berangkat dari depan sekolah menuju kampung Kureksari. Keluar dari kompleks perumahan Deltasari peserta pawai berjalan ke arah utara masuk ke jalan desa Kureksari.
Sambil melambaikan bendera merah putih kecil, peserta pawai disambut penduduk dengan meriah di sepanjang jalan. Para siswa juga memegang foto para pahlawan nasional. Ada 60 potret diri pahlawan beserta nama pahlawan yang dibawa para siswa dalam pawai tersebut.
Ketua panitia peringatan hari pahlawan, Ichwati Yuliana mengatakan, foto-foto para pahlawan itu sengaja dicetak besar dan dibawa siswa saat pawai. Itu dengan tujuan mengenalkan para pahlawan nasional kepada para siswa dan masyarakat.
“Ada 60 foto pahlawan yang kami kenalkan kepada siswa dan masyarakat. Baik pahlawan kemerdekaan, pahlawan mempertahankan kemerdekaan, pahlawan revolusi hingga pahlawan masa kemerdekaan ini,” tutur Ichwati.
[berita-terkait number=”4″ tag=”SMP-Al-Falah-Deltasari”]
Kaysa dari kelas 8.4 membawa foto Teuku Umar. Saat ditanya asal daerahnya, Kaysa menjawab Teuku Umar pahlawan dari Aceh. Sementara Gilang dan Rafi Satriani dari kelas 8.3 saat pawai membawa foto dr Soetomo dan Iswahyudi. Saat ditanya sosok pahlawan yang ada di tangannya mereka berdua ragu-ragu menjawabnya.
“Yang saya tahu dr Soetomo itu dokter dan kini jadi nama rumah sakit di Surabaya,” kata Gilang. Sementara Rafi menjawab bahwa Iswahyudi juga pahlawan yang namanya diabadikan sebagai bandara.
Usai melakukan pawai, para siswa mengikuti berbagai lomba. Lomba-lomba itu adalah baca puisi, pidato Bung Tomo, reels IG perjuangan, membuat komik strip perjuangan serta lomba paduan suara lagu perjuangan. [but]








