Malang (beritajatim.com) – Ratusan siswa SMAN 1 Kota Malang, edukasi terkait keuangan dari Kementrian Keuangan RI melalui program Kemenkeu Mengajar, Selasa, (9/11/2021). Kegiatan ini juga dilakukan serentak di 341 sekolah di seluruh Indonesia.
Kegiatan yang digelar secara hybrid atau gabungan antara daring dan luring ini dihadiri oleh Wakil Menteri Keuangan RI, Suahasil Nazara. Para siswa mendapat edukasi terkait literasi keuangan, khususnya pengelolaan APBN.
Nazara mengatakan, tentang kondisi pandemi Covid-19 yang terjadi di dunia pada 1,5 tahun terakhir. Kondisi pandemi menyebabkan adanya perubahan aktivitas guna mencegah penyebaran Covid-19, termasuk kegiatan pendidikan.
“Saya mengapresiasi usaha para guru yang kreatif menyampaikan materi pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi. Para siswa juga harus konsentrasi karena pembelajaran yang biasanya diterima secara langsung, saat ini hanya lewat daring,” kata Nazara.
Dalam penanganan pandemi Covid-19 Nazara menyebut, pemerintah terus berupaya menggencarkan program vaksinasi. Lalu pemerintah juga membuat sejumlah kebijkan fiskal untuk mengatasi penurunan sektor perekonomian akibat pandemi.
“Pandemi Covid-19 menyebabkan ada penurunan sektor perekonomian. Melihat kondisi itu, negara harus membantu, jangan sampai pandemi ini menciptakan masalah kesehjateraan yang terlalu dalam,” ujar Nazara.
Kementrian Keuangan saat ini telah merumuskan dua kategori yang diprioritaskan mendapatkan bantuan selama pandemi. Yakni masyarakat yang paling miskin dan paling rentan.
“Kita desain berbagai macam program supaya warga yang miskin dan rentan ini supaya bisa tetap survive. Diantarnya melalui Program Keluarga Harapan (PKH), program kartu pra kerja, subsidi tarif listrik untuk warga miskin, bantuan kredit usaha untuk UMKM, hingga bantuan untuk warga berpenghasilan di bawah Rp3,5 juta melalui BPJS Ketenagakerjaan,” tutur Nazara.
Seluruh program yang dilakukan pemerintah menggunkan dana APBN. Dimana sumber dananya berasal dari penerimaan pajak, cukai, kepabeanan, serta penerimaan negara bukan pajak.
“Di tahun 2021 ini target pendapatan negara sebesar Rp 1.700 triliun. Nanti uangnya dipakai untuk menangani pandemi, pembiayaan rumah sakit dan dokter. Namun tetap juga digunakan untuk pembangunan negara,” tandasnya.
Kepala SMAN 1 Malang Heru Wahyudi menilai program ‘Kemenkeu Mengajar’ ini memiliki manfaat yang besar untuk siswa. Pihaknya pun berharap siswa memafaatkan kesempatan ini dengan baik, karena di Kota Malang baru SMAN 1 yang ditunjuk menerima program ini.
“Melalui kegiatan ini, dapat memberikan gambaran untuk generasi penerus terkait keuangan negara serta bagaimana kontribusi dan pengelolaan APBN. Tentunya pembelajaran kali ini bermanfaat,” tandasnya. (luc/kun)






