Surabaya (beritajatim.com) – Pada program Bioskop Trans TV malam ini, Kamis (28/12/2023) pukul 21.00 WIB, penonton dapat menikmati film Hollywood seru berjudul Geostorm. Film ini menggambarkan bencana global akibat teknologi dalam genggaman orang-orang serakah.
Geostorm, sebuah ‘disaster movie’, dirilis pada tahun 2017 dan disutradarai oleh Dean Devlin dengan dukungan rumah produksi Warner Bros. Dean Devlin, yang telah menjadi co-produser beberapa film karya Roland Emmerich, menyajikan cerita yang memukau melalui karya ini.
Gerard Butler, yang dikenal melalui peran-perannya yang mencolok dalam film 300, Olympus Has Fallen dan sekuelnya, memimpin peran utama dalam Geostorm. Aktor ini juga terlibat dalam film Greenland dan memberikan suaranya untuk tokoh Stoick dalam film animasi How to Train Your Dragon.
Film ini juga menampilkan para aktor ternama seperti Jim Sturgess, Abbie Cornish, Ed Harris, dan Andy García, yang turut menyemarakkan alur cerita Geostorm.
Sinopsis Geostorm (2017)
Dalam latar tahun 2017, ketika dunia dihantui oleh serangkaian bencana alam, pemimpin dari berbagai negara bersatu membentuk koalisi untuk menghadapi tantangan ini. Solusi mereka adalah menciptakan Dutch Boy, sebuah satelit raksasa yang diharapkan dapat mengendalikan klimatologi dunia.
Dutch Boy bukan sekadar satelit biasa; ia memiliki kemampuan untuk mengatur cuaca dengan cepat. Sebagai contoh, ketika topan melanda Shanghai, Dutch Boy dengan sigap menghilangkannya, menyelamatkan kota dari malapetaka.
Namun, keberhasilan Dutch Boy tidak berlangsung lama. Keakuratannya menjadi tidak konsisten, dan satelit ini tiba-tiba mengaktifkan diri, menyebabkan pembekuan sebagian besar gurun pasir Registan. Bahkan lebih mengerikan, suhu daratan Hong Kong mencapai tingkat suhu inti bumi, menghancurkan segala sesuatu di jalannya di kota megapolitan tersebut.
Seorang ilmuwan di International Climate Space Station (ICSS) mencurigai adanya ketidaknormalan ketika dia segera memindahkan data tentang kinerja Dutch Boy ke hard drive. Namun, kecelakaan misterius menelan nyawanya sebelum data tersebut dapat diteliti dengan seksama.
Jacob Lawson (Gerard Butler), seorang komandan di ICSS, harus berhadapan dengan kenyataan bahwa adiknya, Max Lawson (Jim Sturgess), yang menjabat sebagai Sekretaris Asisten Negara Amerika Serikat, menggantikan posisinya. Hubungan yang renggang antara Jacob dan Max menimbulkan banyak kesalahpahaman. Jacob, merasa ada yang tidak beres setelah insiden di gurun pasir Registan, memutuskan untuk kembali ke ICSS dan menyelidiki bersama timnya.
Timnya terdiri dari komando stasiun ICSS Ute Fassbinder (Alexandra Maria Lara), insinyur Eni Adisa (Adepero Oduye), spesialis sistem Duncan Taylor (Robert Sheehan), teknisi Al Hernandez (Eugino Derbez), dan sekuriti Ray Dussette (Amr Waked).
Usaha mereka berhasil memulihkan data dari hard drive yang rusak akibat kecelakaan ilmuwan ICSS. Namun, kejutan menanti mereka ketika mereka menemukan bahwa virus yang menonaktifkan login yang salah pada hard drive tersebut telah membuat satelit Dutch Boy tidak berfungsi sepenuhnya.
Geostorm menjadi sebuah perjalanan tegang dan penuh intrik saat mereka harus menghadapi ancaman yang berasal dari pencipta bencana itu sendiri. Film ini mengajukan pertanyaan serius tentang kendali manusia atas teknologi yang seharusnya membawa manfaat, namun dapat menjadi ancaman nyata jika jatuh ke tangan yang salah.
Geostorm memunculkan beragam persepsi dari kritikus dan penonton. Di Rotten Tomatoes, film ini mendapatkan rating rendah, yaitu 13 persen tomatometer dan 35 persen audience score. IMDb memberikan nilai 5.3/10. Sebagian menganggap Geostorm sebagai film yang kurang sukses, bahkan ada yang menyebutnya seperti melangkah kembali ke era 1990-an melalui cerita dan efek film.
Film ini disebut sebagai Box Office bomb karena pendapatan hanya mencapai 66.8 juta dolar, sedangkan biaya produksinya mencapai 120 juta dolar.
Kisah produksi Geostorm juga diliputi drama dengan penundaan rilis hampir 2 tahun, selama 10 bulan. Rencananya, Geostorm dijadwalkan rilis pada Maret 2016, namun ditunda hingga Oktober 2016.
Meski demikian, Geostorm berhasil meraih pendapatan kotor lebih dari $221 juta dengan anggaran produksi sebesar $120 juta, menjadikannya sebagai salah satu film yang tetap mencuri perhatian penonton. Nah, apabila kalian penasaran, jangan lewatkan Geostorm malam ini di Bioskop Trans TV. [mnd/beq]






