Surabaya (beritajatim.com) – Sinarmas Financial Services memberikan apresiasi ratusan investor di Jawa Timur. Enam orang di antaranya mendapat penghargaan khusus kategori Loyal dan Lifetime Investor.
Penerima penghargaan tersebut merupakan para nasabah dari pilar-pilar usaha layanan jasa keuangan dalam ekosistem Sinar Mas. Yakni, Sinarmas Sekuritas, Sinarmas Asset Management, Bank Sinarmas, dan Asuransi Simas Jiwa.
Direktur Utama PT Sinarmas Sekuritas Jamial Salim mengatakan, fundamental ekonomi Indonesia menunjukkan pertumbuhan sangat baik dan mampu bertahan menghadapi berbagai krisis, terutama pasca pandemi Covid-19.
“Kolaborasi pemerintah, swasta, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kekuatan penggerak ekonomi. Apresiasi ini menjadi kesempatan kami untuk meningkatkan jumlah investor,” ujar Jamial, ditulis Minggu (13/8/2023).
BACA JUGA:
Sinar Mas Wakafkan Ribuan Al-Quran
Sementara Menparekraf Sandiaga Uno mengatakan, jika dibandingkan Bursa ASEAN, pertumbuhan pencatatan Bursa Efek Indonesia ada di posisi kedua. Artinya, Indonesia pemain utama dalam bursa regional, sehingga mampu menarik perhatian investor baik di dalam maupun luar negeri.
“Dalam kesempatan ini, saya mengapresiasi para investor dan Sinarmas Financial Services yang telah berkontribusi secara nyata, khususnya dalam kemajuan industri pasar modal ini,” jelas Sandiaga.
Sedangkan Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak berkomitmen untuk memperkuat dan menjaga pertumbuhan investasi dalam menstabilkan perekonomian dengan meningkatkan pencapaian dan mempermudah iklim investasi di Jatim.
BACA JUGA:
Deklarasi di Jombang, Projo se-Jatim Dukung Ganjar Pranowo
Pertumbuhan ekonomi Indonesia mencatatkan pertumbuhan Kuartal II sebesar 5,17 persen. Jatim sendiri, kata dia, mencatatkan pertumbuhan lebih tinggi lagi sebesar 5,24 persen dengan nilai inflasi dari bulan ke bulan berada di angka 0,15 persen.
“Kemudian, selama 5 tahun terakhir, realisasi investasi Jawa Timur menunjukkan tren yang positif, yakni Penanaman Modal Asing (PMA) yang meningkat 66,7 persen dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) meningkat 24,5 persen,” ungkap Emil. [ipl/suf]






