Ponorogo (beritajatim.com) – Kalangan legislatif menyoroti tingginya sisa lebih pelaksanaan anggaran (Silpa) pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Ponorogo Tahun 2021. Dari APBD tahun 2021 senilai Rp 2,3 triliun, Silpa yang dihasilkan mencapai Rp 318 miliar. Tingginya Silpa mencapai ratusan miliar rupiah itu, menjadi yang tertinggi dalam pelaksanaan pemerintahan 3 tahun terakhir.
“Hari ini rapat paripurna dengan agenda pandangan umum fraksi terkait pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2021. Salah satu diantaranya adalah kaitannya dengan anggaran Silpa Rp 300 miliar lebih,” kata Wakil DPRD Kabupaten Ponorogo, Dwi Agus Prayitno, Senin (4/7/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkab-ponorogo”]
Rincian Silpa tahun 2021 mencapai ratusan miliar itu, terdiri dari Silpa Kas Daerah (Kasda) sebanyak Rp 184 miliar. Silpa kas di bendahara penerimaan dan pengeluaran Rp 1,1 juta, Silpa kas Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD dan Puskesmas Rp 123 miliar. Silpa kas dana Bantuan Oprasional Sekolah ( BOS) Rp 270 juta, dan Deposito kas RSUD dr Harjono Rp 10 miliar. “Silpa yang tinggi diantaranya dari kas BLUD RSUD dan Puskesmas sebesar Rp 123 miliar,” ungkap politikus PKB itu.
Sementara itu Bupati Sugiri Sancoko mengakui Silpa di tahun 2021 cukup tinggi. Dia berdalih banyaknya uang yang masuk Silpa itu di BLUD baik di RSUD maupun di puskesmas-puskesmas. Nah, saat masa pandemi Covid-19 tahun lalu, memang ada yang bisa terserap dan tidak bisa terserap oleh pemerintah. Dengan kondisi seperti itu, pemerintah tidak bisa apa-apa. Selain itu juga dana alokasi khusus (DAK) yang juga sudah ditentukan perhitungan dan regulasinya.
“Kita belajar tahun lalu, InsyaAllah tahun ini tidak akan mengalami yang sama pada tahun 2021 lalu,” ungkap Kang Giri sapaan karib Bupati Sugiri Sancoko.
Menurutnya Silpa terbanyak tercecer di BLUD RSUD dr. Harjono dan Puskesmas. Jumlahnya pun signifikan, namun sisa itu bagus untuk direncanakan lagi untuk rumah sakit UDG terpadu di RSUD dr. Harjono.
“Kita dianggap salah perencanaan, kinerja, dianggap kurang cekatan, kita berada ditengah situasi pandemi Covid-19 yang penuh dengan regulasi. Ini rejeki anak sholeh, untuk membangun rumah sakit disana,” pungkasnya. (end/kun)






