Surabaya (beritajatim.com) – Seleksi Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) tahun 2023 akan segera dibuka. Proses pendaftarannya akan dilakukan melalui aplikasi Pusaka Kementerian Agama.
“Kami harapkan Kemenag bersama para pengelola PBSB di perguruan Tinggi Mitra mempunyai kesamaan arah, visi, dan misi, dalam menjalankan program PBSB agar tepat sasaran,” ujar Direktur PD Pontren Waryono Abdul Ghofur yang dikutip dari laman Kemenag.
PBSB merupakan program afirmasi bagi santri-santri Pondok Pesantren untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Adapun tujuan dari program tersebut yaitu agar para santri bisa lebih mumpuni dalam kapasitas dan keilmuannya. Pada 2022, ada 600 santri penerima PBSB. Tahun ini, Kemenag telah mengupayakan penambahan kuota.
[berita-terkait number=”5″ tag=”beasiswa”]
“PBSB ini sangat luar biasa, santri-santri penerima PBSB yang lulusan Pesantren ini terbukti mampu bersaing di kampus-kampus umum. Tidak hanya itu, berbagai prestasi mampu ditorehkan, seperti banyak Mahasantri yang lulus dari kampusnya dengan menjadi wisudawan tercepat dan terbaik, tidak hanya di jurusan keagamaan, bahkan dijurusan umum seperti Kesehatan dan kedokteran, tentu ini menjadi sebuah kebanggaan,” tutur Waryono.
Dia menjelaskan, mulai tahun ini, PBSB akan terintegrasi dengan program beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Skema tersebut diharapkan bisa membuka banyak peluang bagi para santri yang ingin melanjutkan Pendidikan dengan beasiswa.
Sementara itu, Kepala Subdirektorat Pendidikan Pesantren Basnang Said mengungkapkan bahwa PBSB merupakan program strategis bagi dunia pesantren. Para alumni PBSB nantinya akan kembali ke pesantren dan diharapkan berkontribusi dalam pengembangan dan kemajuan almamaternya.
“Pemberian Beasiswa bagi santri ini akan menjadi babak persiapan bagi santri dalam menghadapi bonus demografi nantinya. Makanya para santri yang menjadi penerima beasiswa terus kami dorong untuk turut aktif di organisasi kampus dengan tetap memperhatikan perkuliahan. Selain itu, kami terus mendorong agar para santri ini agar berprestasi dalam berbagai bidang,” imbuh Basnang Said.
Menurut Basnang Said, tahun ini PBSB akan berkolaborasi dengan LPDP sehingga beberapa hal teknis perlu dikoordinasikan dengan para pengelola PBSB di masing-masing Perguruan Tinggi Mitra. Pendaftarannya pun akan diintegrasikan melalui aplikasi Pusaka Kemenag.
Basnang Said menyebutkan, salah satu syarat penerima beasiswa tersebut yaitu memiliki kemampuan bahasa asing, terutama bahasa Inggris.
“Termasuk dalam meningkatkan kemampuan bahasa asing Mahasantri PBSB on going, terutama bahasa Inggris sebagai salah satu syarat beasiswa. Karena kami berharap melalui skema kolaborasi ini akan semakin banyak santri yang menerima manfaat beasiswa,” pungkas Basnang Said. (nap)






