Lamongan (beritajatim.com) – Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahap terakhir, yakni bulan November dan Desember tahun 2021 senilai Rp 600 ribu di Kabupaten Lamongan telah disalurkan secara serentak ke seluruh kecamatan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Lamongan Khusnul Yaqin mengungkapakan, penyaluran ini sebagai bentuk dukungan kepada masyarakat terdampak yang membutuhkan, sehingga dapat membantu meningkatkan taraf kehidupan yang lebih baik.
“Penyaluran BLT ini dilakukan secara serentak di seluruh kecamatan pada Selasa (14/12/2021) kemarin, agar ekonomi Lamongan dapat berputar kembali pasca pandemi ini. Semoga hal ini dapat memberi kemanfaatan dan barokah,” tutur Khusnul saat dikonfirmasi, Rabu (15/12/2021).
[berita-terkait number=”5″ tag=”dana-desa”]
Lebih rinci, Khusnul menyebut, dari seluruh desa yang ada di Kabupaten Lamongan, terdapat 26.045 KPM (keluarga penerima manfaat) yang menerima BLT melalui DD tahun 2021 dengan total anggaran Rp 171.111.600.00.
Menurut Khusnul, untuk optimalisasi dana desa sebagai wujud percepatan pengentasan kemiskinanan ekstrem melalui BLT DD ini sesuai PMK nomor 162 tahun 2021 serta surat edaran bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, Dan Transmigrasi nomor 460/6627/SJ dan nomor 4 tahun 2021.
“Kabupaten Lamongan melaksanakan Top up BLT DD untuk tambahan 3 bulan, pada tanggal 3 Desember 2021 kepada 2.855 KPM dengan total Rp. 2.569.500.000,” sambungnya.
Tak hanya penyaluran BLT dari alokasi Dana Desa saja, Khusnul Yakin juga menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Lamongan bahkan akan menyalurkan BLT kepada kelurahan sebagai bentuk percepatan penanganan kemiskinan ekstrem di Lamongan.
“Sebagai upaya percepatan penanganan kemiskinan ekstrem di Lamongan. Tak hanya dana desa saja yang menyalurkan bantuan kepada masyarakat. Pemerintah daerah juga berencana menyalurkan BLT yang bersumber dari daerah kepada 383 KPM di wilayah kelurahan ditambah dengan sembako. Sehingga terbagi rata,” terangnya.
Sekadar diketahui, BLT DD sendiri merupakan bantalan terakhir dari berbagai bantuan sosial, sehingga data penerima juga harus benar-benar akurat dan transparan, yakni keluarga miskin yang belum menerima bantuan sosial lainnya.[riq/kun]






