Surabaya (beritajatim.com) – Lima laga beruntun Arsenal tak terkalahkan. Bersama para pemain muda penuh potensi, Arsenal terus menunjukkan permainan yang atraktif dan haus gol.
Namun, ujian sebenarnya the young gunners berlangsung malam tadi. Ketika mereka harus menjamu pemuncak kelasemen sementara Premier League, Manchester City.
Ujian dan tantangan ini mereka jawab dengan baik di babak pertama. Arsenal yang turun dengan formasi 4-2-3-1 berani melakukan pressing ketat ke para pemain Manchester City.
Alih-alih menggunakan garis pertahanan rendah, Arsenal berani keluar melakukan tekanan ke para pemain City sejak sebelum masuk tengah lapangan. Dengan begitu, mereka bisa mempersulit para pemian City untuk bisa leluasa membangun serangan.
Hasilnya, meski kalah jumlah penguasaan bola dan jumlah pasing, Arsenal bisa bermain lebih efektif. Bermula dari keberhasilan para pemian Arsenal menghentikan serangan City.
Mereka lalu memindahkan bola dari sisi kanan ke sisi kiri. Kieran Tierney yang bebas di sayap kiri kemudian melepaskan umapan silang melengkung ke dalam kotak pinalti City.
Bukayo Saka yang melakukan pergerakan ke dalam dari sayap kanan kemudian melepaskan tendangan first time ke sisi kanan gawang Ederson. Bola pun masuk dan membawa Arsenal unggul di menit 31.
City pun bukan tanpa peluang sebenarnya. Bahkan, sejak menit ke 4 mereka sudah menciptakan peluang untuk mencetak gol. Sayang, umpan silang yang dilepaskan De Bruyne dari sisi lapangan tak mampu digapai Laporte yang sudah meloncat untuk menyongsong bola.
Skor pun bertahan hingga turun minum untuk keunggulan Arsenal. Di babak kedua, City bermain menyerang sejak menit pertama. Mereka semakin agresif menyerang pertahanan Arsenal.
Bahkan, beberapa kali pemain City harus dijatuhkan di dalam kotak pinalti. Seperti ketika Xhaka menjatuhkan Silva di dalam kotak pinlati pada menit ke 53. Untung, wasit tidak menunjuk titik putih, meski Xhaka terlihat menarik kaus Bernardo Silva.
Namun, ketika Xhaka kembali melakukan hal serupa, kali ini wasit tak lagi memberi ampun. Dua menit berselang setelah insiden dengan Silva, Xhaka kembali menjatuhkan pemain di kotak pinalti dengan cara yang sama.
Kali ini, ia menjatuhkan Ryad Mahrez. Wasit dan VAR bersepakat memberikan hadiah pinlati untuk City dan kartu kuning untuk Xhaka. Mahrez yang menjadi eksekutor dengan mulus menuntaskan tugasnya.
City menyusul 1-1 di menit ke-55. Arsenal sebenarnya memiliki peluang besar untuk kembali memimpin 3 menit berselang. Kali ini, bermula dari sundulan Lacazette yang melambung tinggi ke udara dan menuju ke dalam kotak pinalti setelah mendapat umpan dari lini pertahanan.
Bola yang melambung menuju ke kotak pinalti kemudian di kejar oleh Saka yang dikawal ketat oleh Ruben Diaz dan Nathan Ake. Diaz yang lebih dekat ke arah jatuhnya bola kemudian melakukan sundulan ke arah gawang.
Sayang, Ederson yang seharusnya berada di bawah mistar gawang sudah terlanjur maju untuk menangkap bola yang lebih dulu disundul Diaz. Bola pun melaju ke arah gawang yang kosong.
Untungnya, Ake yang terus berlari ke gawang berhasil melakukan clearence tepat ketika bola menyentuh garis gawang. City pun aman dari ketertinggalan untuk kedua kalinya.
Keberuntungan kembali datang ke kubu City. Kali ini, karena Gabriel, bek tengah Arsenal diberikan kartu merah setelah menjatuhkan Jesus di tengah lapangan.
Meski unggul pemain dan menguasai pertandingan, City baru bisa memastikan kemenangan di menit-menit akhir. Tepatnya di menit 90+3 melalui gol Rodri yang menerima bola jatuh dari langit di tengah kotak pinlati Arsenal.
Lima kemenangan beruntun Arsenal terhenti. Dan Mancester City memperpanjang kemenangan beruntun mereka. City pun makin kokoh di puncak. [tur]






