Ponorogo (beritajatim.com) – Jalan yang tertutup material longsor yang ada di Desa Ngrogung Kecamatan Ngebel Ponorogo kini sudah dibersihkan. Selama kurang lebih seminggu terakhir, alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Ponorogo dikerahkan untuk membersihkan material longsor yang menutup jalan penghubung antara Desa Ngrogung dan Desa Sahang tersebut.
Sehingga kini akses jalan penghubung antara Kabupaten Ponorogo dengan Kabupaten Madiun lewat Kecamatan Dolopo itu, sudah bisa dilewati oleh kendaraan roda empat dan roda dua. “Pembersihan dilakukan seminggu terakhir, kita minta bantuan alat berat dari Dinas PUPKP. Alhamdulillah sudah selesai,” kata Kalaksa BPBD Kabupaten Ponorogo, Henry Indrawardana, Minggu (11/12/2022).
Selain melakukan pembersihan, kata Henry pihaknya juga melakukan pemadatan terhadap jalan yang sebelumnya tertutup material longsor tersebut. Terutama terhadap jalan yang berbentuk lumpur. Sehingga nantinya jika digunakan untuk akses jalan, tidak membahayakan pengendara yang melewati jalan tersebut. “Jalan yang berlumpur juga kita lakukan pemadatan, supaya tidak membahayakan pengendara yang melewati,” katanya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”longsor-ponorogo”]
Alat berat pun juga disiagakan di sekitar lokasi jalan itu. Hal itu dilakukan untuk antisipasi jika sewaktu-waktu ada guguran material longsor yang menutupi jalan lagi. “Kita siagakan alat berat, jika ada material longsor menutupi jalan lagi. Yang terpenting saat ini jalan sudah bisa dilewati,” ungkapnya.
Diakui Henry bahwa pasca terjadi longsor yang menutupi jalan itu, pihaknya tidak langsung membersihkan matrialnya. Sebab, pihaknya mempertimbangkan kondisi cuaca saat itu. Dimana pasca kejadian, curah hujan disekitar lokasi longsor masih tinggi. Selain itu, kondisi tanah yang masih labil, sehingga bisa berpotensi terjadi longsor susulan di jalan tersebut. Dirasa sudah aman, baru kurang lebih sebulan pasca kejadian longsor, material longsor yang menutupi jalan dibersihkan. “Pembersihan dilakukan bertahap sejak seminggu terakhir,” katanya.
Untuk diketahui sebelumnya, material longsor yang menutupi jalan di Desa Ngrogung tersebut, sempat dikeluhkan oleh warga sekitar. Warga setempat mengeluhkan akses jalan yang tak kunjung dibuka. Akibatnya, warga setempat yang ingin ke Kabupaten Ponorogo atau Madiun, harys berputar, melalui jalur selatan atau Kecamatan Jenangan.
Bencana tanah longsor di Desa Ngrogung Kecamatan Ngebel Ponorogo itu terjadi pada Jumat (21/10) malam. Memutus jalan kabupaten antara Kabupaten Ponorogo ke Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun. Ruas jalan terputus sekitar 500 meter akibat tanah longsor tersebut. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun material longsor yang banyak membuat petugas urung melakukan pembersihan.
“Karena situasi tanahnya masih labil, jadi belum bisa kami apa-apakah materialnya. Apalagi saat ini juga masih sering terjadi hujan,” kata Kepala DPUPKP Kabupaten Ponorogo, Jamus Kunto Purnomo, selang sehari setelah longsor. (end/kun)






